Perkuat Kolaborasi Tri Dharma, LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan UIN Raden Fatah Palembang Teken Perjanjian Kerja Sama

Palembang – Komitmen memperkuat sinergi antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kembali diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan LPPM UIN Raden Fatah Palembang pada Kamis, 18 Juni 2026 di UIN Raden Fatah Palembang.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., dan Ketua LPPM UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yenrizal, S.Sos., M.Si. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian kolaboratif, memperluas pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, serta mendorong lahirnya publikasi ilmiah yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, kedua institusi berkomitmen membangun jejaring akademik yang lebih luas guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang semakin kompleks.

“Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kolaborasi akademik. Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan lahir berbagai inovasi penelitian dan program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan reputasi akademik kedua institusi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yenrizal, menegaskan bahwa kemitraan ini membuka peluang yang lebih luas bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan akademik.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia. Kolaborasi yang berkelanjutan akan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan penelitian bersama (joint research), pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pertukaran peneliti dan pengelola, penguatan tata kelola kelembagaan, penyelenggaraan seminar dan konferensi ilmiah, serta pengembangan inovasi dan kekayaan intelektual. Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pusat Lingkungan Hidup LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Ajak Civitas Akademika Wujudkan Aksi Nyata pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Bengkulu, 05 Juni 2026 – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian bumi sebagai tempat hidup seluruh makhluk. Di tengah berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem, serta meningkatnya volume sampah plastik, diperlukan langkah nyata dan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Melalui momentum tersebut, Pusat Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari budaya dan karakter kampus. Kesadaran lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui wacana dan slogan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari yang ramah lingkungan.

Berbagai tindakan sederhana, tetapi berdampak besar dapat dimulai dari lingkungan kampus, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, melakukan penghijauan melalui penanaman pohon, menghemat penggunaan energi dan air, memilah sampah sesuai dengan jenisnya, serta mendukung berbagai program kampus hijau yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Langkah-langkah tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan alam dan menciptakan lingkungan yang sehat.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berupaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab akademik, sosial, dan spiritual. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter serta penanaman nilai-nilai kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup.

Dalam perspektif Islam, manusia diberikan amanah sebagai khalifah di muka bumi yang bertanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan melestarikan ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu, upaya menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan juga bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pusat Lingkungan Hidup LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan bahwa semangat “Save the Earth” harus dimaknai sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan. Bumi tidak membutuhkan kepedulian yang berhenti pada kata-kata, melainkan tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten. Kesadaran lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap individu, tetapi akan menghasilkan dampak besar apabila dilakukan secara kolektif.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, seluruh sivitas akademika diharapkan semakin meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif dalam berbagai upaya pelestarian lingkungan. Dari kampus lahir gagasan dan inovasi, sedangkan dari tindakan sederhana tercipta perubahan. Bersama-sama, kita wujudkan bumi yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.

“Dari Kampus untuk Bumi, dari Tindakan Kecil untuk Perubahan Besar.” 🌱🌍

Perkuat Komitmen Perguruan Tinggi Responsif Gender, PSGA Laksanakan Workshop PPRG

Bengkulu, 02 Juni 2026 — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan Workshop Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) secara daring pada 2–5 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan fakultas, program studi, dan dosen, dengan komposisi peserta laki-laki dan perempuan yang proporsional.

Narasumber kegiatan, Dr. Elfa Murdiana, M.Hum., dari Aliansi Perguruan Tinggi Responsif Gender, menegaskan bahwa terwujudnya perguruan tinggi yang responsif gender memerlukan komitmen kuat dari pimpinan serta dukungan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender.

Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan seluruh proses perencanaan menggunakan Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS). Melalui pendekatan tersebut, setiap program dan kegiatan yang direncanakan dapat menghasilkan kebijakan dan program kerja yang responsif gender.

“Perencanaan yang responsif gender akan membantu memastikan bahwa seluruh program dan kegiatan mampu menjawab kebutuhan serta pengalaman yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh semua pihak,” ujarnya.

Dr. Elfa menjelaskan bahwa perencanaan responsif gender menjadi sangat penting karena ketidakadilan gender masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Perencanaan yang responsif gender memastikan seluruh program dapat diakses oleh semua pihak (access), mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur (participation), memberikan kesempatan yang setara dalam pengambilan keputusan (control), serta menghasilkan manfaat yang dirasakan secara adil oleh semua pihak (benefit).

Adapun target capaian kegiatan ini adalah agar peserta yang mewakili fakultas mampu menyusun rencana kerja responsif gender, menyusun dokumen Gender Analysis Pathway (GAP), serta membuat Gender Budget Statement (GBS). Hasil workshop ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam penyusunan program kerja dan penganggaran tahun 2027.

Sementara itu, Ahmad Syarifin, menegaskan bahwa implementasi pengarusutamaan gender merupakan bagian penting dalam agenda pembangunan nasional, termasuk dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) dan Asta Cita.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Karena itu, perspektif gender perlu diintegrasikan dalam perencanaan, pelaksanaan program akademik, hingga penganggaran di lingkungan kampus,” tegasnya.

Melalui workshop ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang inklusif, adil, dan responsif gender guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi pengarusutamaan gender di lingkungan kampus serta meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran yang berorientasi pada keadilan dan kesetaraan gender.

Penguatan Publikasi Akademik, LPPM UIN FAS Bengkulu Tetapkan Kebijakan Article Processing Charge (APC)

Bengkulu, 25 Mei 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melaksanakan kegiatan pembahasan dan penetapan kebijakan Article Processing Charge (APC) bagi publikasi ilmiah di lingkungan jurnal UIN FAS Bengkulu di ruang rapat LPPM lantai 2. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola publikasi akademik yang profesional, berkualitas, dan berdaya saing global.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPPM UIN FAS Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S. Ag., M.Si dan dihadiri oleh Wakil Rektor II UIN FAS Bengkulu, Dr. Japarudin, S.Sos.I., M.Si Pengelola BLU, serta para pengelola jurnal di lingkungan UIN FAS Bengkulu.

Dr. Rini Fitria, S. Ag., M.Si, Ketua LPPM UIN FAS Bengkulu menyampaikan bahwa penguatan publikasi akademik merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa jurnal ilmiah tidak hanya menjadi media publikasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi indikator kualitas akademik dan produktivitas riset sebuah institusi pendidikan tinggi.

Dr. Rini Fitria juga menyampaikan bahwa kebijakan APC diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan jurnal secara profesional, mulai dari proses editorial, penelaahan artikel (review), penyuntingan, hingga penerbitan yang berkualitas dan transparan. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan mutu layanan publikasi ilmiah dan memperkuat daya saing jurnal UIN FAS Bengkulu di tingkat nasional maupun internasional.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Japarudin, S.Sos.I., M.Si, Wakil Rektor II UIN FAS Bengkulu juga memberikan arahan terkait pentingnya pengelolaan jurnal yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa penerapan kebijakan APC harus dilaksanakan dengan tata kelola yang baik serta tetap memperhatikan kualitas layanan publikasi ilmiah bagi dosen dan peneliti.

Kegiatan berlangsung melalui forum rapat dan diskusi bersama antara pimpinan universitas, pengelola BLU, dan pengelola jurnal guna membahas mekanisme penerapan APC yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, para pengelola jurnal juga diberikan ruang untuk menyampaikan masukan dan saran terkait implementasi kebijakan tersebut.

Melalui kegiatan ini, LPPM UIN FAS Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya akademik yang unggul, meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua LPPM Bersama Pusat Lingkungan Hidup UIN FAS Bengkulu Ikuti Penanaman Pohon Bersama sebagai Implementasi Program Ekoteologi Kemenag RI

Bengkulu, 23 Mei 2026 — Pusat Lingkungan Hidup UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon bersama sebagai bagian dari implementasi program ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai di kawasan sekitar Gedung Dekanat Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia beserta jajaran, pimpinan dan sivitas akademika UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, serta Rektor IAIN Curup. Penanaman dilakukan secara simbolis dan kolaboratif sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kampus hijau dan penguatan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Sebanyak 20 pohon matoa ditanam dalam kegiatan tersebut. Pemilihan tanaman matoa tidak hanya mempertimbangkan aspek penghijauan dan estetika lingkungan kampus, tetapi juga nilai ekologis dan keberlanjutannya sebagai tanaman produktif yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan kampus.

Kepala Pusat Lingkungan Hidup UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, konsep ekoteologi tidak hanya dimaknai sebagai gerakan menanam pohon, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran spiritual bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

“Penanaman pohon ini merupakan simbol komitmen bersama bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan amanah keagamaan. Kampus memiliki tanggung jawab untuk menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus teladan dalam membangun budaya hidup berkelanjutan,” ujarnya.

Selain melalui gerakan penghijauan, implementasi ekoteologi juga diwujudkan melalui berbagai program lain, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengembangan bank sampah kampus, penghematan energi dan air, penguatan Eco-Masjid, pengembangan transportasi hijau, hingga edukasi lingkungan dalam kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh program tersebut diarahkan untuk membangun budaya kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan penanaman pohon berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dan Kementerian Agama Republik Indonesia ini, diharapkan penguatan program ekoteologi dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam transformasi kampus hijau di Indonesia.

 

Kebangkitan Nasional dan Kesadaran Lingkungan: Membangun Masa Depan Indonesia yang Berkelanjutan.

Bengkulu, 20 Mei 2026 – Kebangkitan Nasional dan Kesadaran Lingkungan: Membangun Masa Depan Indonesia yang Berkelanjutan – (Fadilah, S.Si., M.Si)

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum lahirnya kesadaran kolektif bangsa untuk bangkit dari keterbelakangan, membangun persatuan, dan menata masa depan yang lebih bermartabat. Semangat kebangkitan yang diwariskan para pendiri bangsa tidak hanya relevan dalam konteks perjuangan politik dan pendidikan, tetapi juga penting dimaknai kembali dalam menghadapi tantangan global masa kini, termasuk krisis lingkungan, perubahan iklim, dan ancaman terhadap keberlanjutan kehidupan.

Hari ini, kebangkitan nasional tidak lagi cukup dimaknai sebatas pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kebangkitan sejati juga harus tercermin dalam kesadaran ekologis masyarakat. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Kemajuan tidak boleh dibayar dengan kerusakan hutan, pencemaran sungai, meningkatnya sampah plastik, serta menurunnya kualitas udara dan sumber daya alam.

Dalam konteks global, dunia sedang bergerak menuju agenda pembangunan berkelanjutan melalui konsep United Nations Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda ini menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, tetapi juga keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari gerakan perubahan tersebut.

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran lingkungan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi pelopor budaya hidup berkelanjutan. Konsep Green Campus, pengurangan sampah plastik, efisiensi energi, konservasi air, penghijauan lingkungan, hingga integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam kurikulum merupakan bagian dari bentuk nyata kebangkitan baru dunia pendidikan Indonesia.

Dalam perspektif keagamaan, menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari amanah moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi. Kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga persoalan etika dan kemanusiaan.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi titik refleksi bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesadaran ekologis. Generasi yang mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, nilai keislaman, dan semangat keberlanjutan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkeadilan.

Karena itu, semangat kebangkitan nasional hari ini perlu diarahkan pada kebangkitan kesadaran kolektif untuk menjaga bumi, mengurangi kerusakan lingkungan, dan membangun peradaban yang berkelanjutan. Kebangkitan bukan hanya tentang menjadi bangsa yang maju, tetapi juga tentang menjadi bangsa yang mampu mewariskan lingkungan yang sehat dan lestari bagi generasi mendatang.

Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026. Saatnya bangkit bersama untuk Indonesia yang lebih hijau, berkelanjutan, dan bermartabat.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN FAS Bengkulu Gelar Rapat Pembahasan TOR dan RKKL Tahun 2027

LPPM News !!

Bengkulu, 18 Mei 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar rapat pembahasan Term of Reference (TOR) dan Rencana Kerja dan Kegiatan Lembaga (RKKL) Tahun 2027 pada pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di ruang rapat LPPM UIN FAS Bengkulu.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPPM UIN FAS Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri oleh Sekretaris LPPM serta para Kepala Pusat, meliputi Kepala Pusat Kesehatan, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Publikasi, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Kepala Pusat Gender dan Literasi Keagamaan, serta Kepala Pusat Halal.

Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam menyusun perencanaan program kerja LPPM Tahun 2027 agar lebih terarah, efektif, dan selaras dengan visi pengembangan institusi serta penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam sambutannya, Dr. Rini Fitria menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antarbidang dalam menyusun program kerja yang inovatif, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun pengembangan akademik di lingkungan UIN FAS Bengkulu.

Rini Fitria, Ketua LPPM menyampaikan, bahwa penyusunan TOR dan RKKL bukan hanya sebagai bentuk administrasi perencanaan, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas program LPPM pada tahun mendatang. Oleh karena itu, setiap bidang diharapkan mampu menyusun program yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan institusi.

Kegiatan rapat berlangsung dalam suasana diskusi yang aktif dan konstruktif. Masing-masing bidang memaparkan usulan program dan rencana kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan pada Tahun 2027. Melalui rapat ini, diharapkan seluruh program kerja LPPM dapat tersusun secara sistematis serta mampu mendukung peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, penguatan literasi keagamaan, layanan halal, dan berbagai program pengembangan lainnya di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Unit Layanan Disabilitas, PSGA UIN FAS Bengkulu “Perkuat perspektif, Teguhkan komitmen perguruan tinggi inklusif”

LPPM News !!

Bengkulu 11 Mei 2026 –  Unit Layanan Disabilitas , PSGA UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Melakukan kegiatan Focus Group Discussion dan penguatan kapasitas bagi pengurus ULD, Selama dua hari Senin-Selasa 11-12 Mei 2026 di Gedung Pelatihan UIN FAS Bengkulu.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat perspektif dan memahami secara konseptuan dan kontekstual tentang kedisabilitasan. Meneguhkan kembali komitmen ULD sebagai leading sektor dalam mewujudkan perguruan tinggi inklusif.

Sebagai mitra kegiatan ini hadir tim ahli Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ro’fah, Ph.D dan Suharto, Ph.D. Ro’fah menyampaikan bahwa paradigma pendidikan sudah berkembang dan semakin maju. Hal ini menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi dalam segala aspek. Tidak hanya dharma penelitian atau pengabdian, melainkan pada pendidikan dan pengajaran, termasuk layanan. Terlebih lagi jika dikaitkan dengan perguruan tinggi inklusif.

Ahmad Syarifin, kepala PSGA menyampaikan, kegiatan ini bentuk komitmen PSGA untuk mewujudkan perguruan tinggi inklusif. Beberapa catatan penting menjadi perhatian adalah. Komitmen pimpinan dan civitas akademika terhadap inklusifitas menjadi syarat awal. Kemudian menata ulang otoritas kelembagaan Unit Layanan Disabilitas. Secara kelembagaan ULD memiliki peran strategis untuk mewujudkan perguruan tinggi inklusif, untuk itu penting bagi perguruan tinggi menjadikan ULD sebagai mitra dalam pengembangan, pembuatan renstra dan perencanaan penganggaran  serta akademik.

Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Asnaini, MA., menegaskan bahwa secara kelembagaan UIN FAS Bengkulu memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan perguruan tinggi inklusif. Sasaran program pengembangan ULD secara tegas tertulis dalam renstra rektor tahun 2025-2029. Dalam pratiknya UIN FAS terus mengembangkan sarana dan kebutuhan mahasiswa difabel. Tidak hanya fisik namun juga untuk pembelajaran. Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh ULD dan PSGA bersama PLD UIN Yogyakarta, harapannya kegiatan ini bisa dikembangkan pada aspek dan bidang lainnya. Ke depan ULD diharapkan menjadi sebuah pusat tersendiri yang tidak hanya melakukan kajian, melainkan memberikan layanan.

Kegiatan ini juga menjadi moment penting karena ULD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan PLD UIN Yogyakarta membuat komitmen bersama dalam bentuk MOU untuk mengembangkan Perguruan tinggi inklusif. Hadir dalam kegiatan pengurus ULD, pelibatan aktif teman-teman difabel lintas fakultas, para relawan dan dosen pengampu mata kuliah afirmatif inklusif, peneliti dan pemerhati isu disabilitas. Kemudian tenaga medis dan admisi universitas hingga fakultas.

UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Perkuat Peran Nasional, Siap Sukseskan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 di Kawasan Baduy

UINFAS Bengkulu – UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut ambil bagian dalam rapat koordinasi dan persiapan pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten di Hotel Horison Ultima Ratu Serang pada 11–13 Mei 2026. Kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengabdian masyarakat antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Provinsi Banten resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan KKN Nusantara 2026 yang akan dipusatkan di kawasan adat Baduy, Kabupaten Lebak. Program pengabdian kolaboratif ini direncanakan melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai PTKIN di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian dengan tinggal bersama masyarakat adat selama kurang lebih 40 hari.

Dalam kegiatan tersebut, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu diwakili oleh Ketua LPPM, Dr. Rini Fitria, M.Si. Kehadiran UINFAS Bengkulu menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung kesuksesan program pengabdian nasional yang mengedepankan kolaborasi lintas kampus, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal.

Selain mengikuti rapat koordinasi, Dr. Rini Fitria juga turut serta dalam kegiatan survei dan pemetaan lokasi pelaksanaan KKN di kawasan Baduy bersama panitia pusat dan perwakilan PTKIN lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan wilayah, akses mobilisasi peserta, serta penentuan titik-titik strategis pelaksanaan pengabdian mahasiswa selama program berlangsung.

Rapat koordinasi dan survei lokasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Diktis Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., jajaran pimpinan UIN SMH Banten, koordinator KKN Nusantara, serta perwakilan PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam arahannya, Dr. Nur Kafid menegaskan pentingnya kesiapan teknis, khususnya terkait mobilisasi dan logistik peserta KKN Nusantara 2026. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan transportasi, penjemputan peserta, hingga distribusi kebutuhan mahasiswa harus dirancang secara matang agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik.

Sementara itu, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Muhammad Ishom, menyampaikan bahwa KKN Nusantara 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi budaya dan kearifan lokal masyarakat Baduy kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia. Menurutnya, masyarakat Baduy merupakan contoh nyata komunitas yang mampu menjaga adat dan tradisi leluhur di tengah arus modernisasi.

Melalui keterlibatan aktif dalam rapat koordinasi dan survei lokasi ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan komitmennya untuk berperan dalam menyukseskan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 sebagai ruang penguatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi nasional, pengembangan moderasi beragama, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal Indonesia.

Lindungi hasil Karya Ilmiah, Kanwil Kemenkum Bengkulu gandeng LPPM UIN FAS Bengkulu Tandatangani PkS

LPPM News!!

Bengkulu, 12 Mei 2026 – Kantor Wilayah Kementerian Hukum menggelar penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekosistem inovasi dan pelestarian budaya di Provinsi Bengkulu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenkum Bengkulu tersebut dipimpin langsung oleh Tongan Renikson Silaban selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah. Acara dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Kanwil Kemenkum Bengkulu, Ka.Pus Penelitian dan Pengelola HKI LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, serta para tamu undangan lainnya.

Penandatanganan PKS ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia tepat pada pukul 12.20 WIB sebagai bentuk komitmen bersama jajaran Kementerian Hukum dalam memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di berbagai daerah.

Kerja sama tersebut menjadi bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi melalui penguatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kekayaan intelektual, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Dalam sambutannya, Tongan Renikson Silaban menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat mendukung tugas dan fungsi Kementerian Hukum, khususnya dalam perlindungan kekayaan intelektual komunal dan budaya daerah.

Sementara itu, pihak LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut dan berharap sinergi yang dibangun dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang berdampak positif bagi masyarakat, baik dalam bidang inovasi, edukasi hukum, maupun pelestarian budaya lokal.

Melalui kerja sama ini, Kanwil Kementerian Hukum Bengkulu dan LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu optimistis dapat menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah berbasis inovasi serta memperkuat perlindungan dan pelestarian budaya di Provinsi Bengkulu.