PEDOMAN 

PUSAT HALAL LPPM 

UIN FATMAWATI SUKARNO BENGKULU 

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT  UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SUKARNO BENGKULU 

2026

 

PEDOMAN  

PUSAT HALAL 

UIN FATMAWATI  SUKARNO BENGKULU

Kode/No  : LPPM-UIN-PH-PPH.26
Tanggal Revisi  : 03 April 2026
Tanggal Berlaku  : 06 April 2026
Revisi  : 01

 

LEMBAR PENGESAHAN 

Disiapkan Oleh:  Diperiksa Oleh:
Ketua  

Lembaga Penelitian dan Pengabdian  Kepada Masyarakat 

Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si 

NIP.197510132006042001

Wakil Rektor Bidang Akademik dan  Kelembagaan 

Prof. Dr. Asnaini, M.A 

NIP.197304121998032003

Disahkan Oleh: 
Rektor 

Prof. Dr. Khairudin, M.Ag

NIP.19671114993031002

 

ii 

TIM PENYUSUN 

Pengarah : Wakil Rektor I UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu   Wakil Rektor II UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 

Penanggung Jawab : Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Sekretaris : Dr. Armin Tedy, M.Ag 

Ketua Penyusun : Khozin Zaki, M.A 

Anggota : Ahmad Syarifin, M.Ag  

 Eri Samsidar, M.Pd 

 Novita Angra, M.Hum 

 Edison, S.Pd 

 Fadilah, M.Si

iii 

 

KATA PENGANTAR  

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menjadi salah satu  tonggak dasar dalam perkembangan ekosistem industri halal, diantara berbagai stakeholder dalam  pengembangan industri tersebut, terutama dalam hal ini terkait dengan layanan sertifikasi halal yang  tercantum dalam Peraturan Menteri Agama No 20 Tahun 2021 tentang layanan sertifikasi halal bagi  pelaku usaha mikro dan kecil dan Keputusan Menteri Agama No 748 Tahun 2021 tentang produk  yang wajib bersertifikat halal, memberikan peluang dan kewajiban moril bagi perguruan tinggi  untuk ikut terlibat membantu proses layanan dan inovasi pada bidang halal. 

Dalam mengimplementasikan hal tersebut, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melalui LPPM memiliki tugas untuk menginsersi bidang tersebut ke dalam Tridarma Perguruan Tinggi yang  utamanya pada bidang pengabdian kepada masyarakat dan penelitian serta secara aktif mendukung  kajian akademik pada bidang pengajaran. Meninjau spesifik nya wilayah kerja yang dikelola oleh  Pusat Halal maka perlu disusun pedoman untuk menjalankan Pusat Halal.  

Pedoman Pusat Halal ini menjelaskan mekanisme pengelolaan Pusat Halal di Lembaga  Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno  Bengkulu yang Semoga pedoman ini dapat bermanfaat bagi civitas akademika, dan juga masyarakat  luas khususnya pelaku usaha, dan pihak-pihak yang terkait dengan pusat Halal. 

 Bengkulu, 03 April 2026  

 Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu  

 

 Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si 

 NIP.197510132006042001

iv 

DAFTAR ISI 

 

Hal 

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………….. iii 

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….. iv 

BAB I PENDAHULUAN 

  1. Latar Belakang………………………………………………………………………………………… 1 
  2. Rujukan Dasar Hukum…………………………………………………………………… 1 
  3. Tujuan…………………………………………………………………………………………………. 1 

BAB II LAYANAN SERTIFIKASI HALAL 

  1. Sertifikasi Halal ………….………………………………………………………………….. 2 
  2. Jalur Sertifikasi Halal …………………………………………………………………………… 2 
  3. Sistem Jaminan Produk Halal ……….…………………………………………………. 2 
  4. Dokumen Persyaratakan Sertifikasi Halal ……….…………………………………. 3 
  5. Alur Proses Sertifikasi Halal…….………………………………………………………… 4 

BAB III PENUTUP 

  1. Penutup ………………………………………………………………………………………………… 5

 

 

BAB I 

PENDAHULUAN 

  1. Latar Belakang 

UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melalui Pusat Halal LPPM menjadi  focal point dalam pengembangan kajian industri halal dan layanan  sertifikasi halal. Industri yang terus berkembang dengan berbagai inovasi  dalam layanan ini tentu tetap harus memiliki pedoman, terutama dalam  core pelayanan sertifikasi halal.  

Pusat halal merasa perlu menjelaskan mekanisme pengelolaan Pusat  Halal di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)  Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu terutama pada  layanan sertifikasi halal jalur self declare dan regular. 

  1. Rujukan dasar hukum 
  2. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional; 
  3. Undang-undang RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk  Halal; 
  4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan  Tinggi; 
  5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 39 Tahun 2021 tentang  Penyelenggaran Bidang Jaminan Produk Halal; 
  6. Keputusan Presiden Nomor 51 Tahun 2012 Tentang Perubahan STAIN  Bengkulu menjadi IAIN Bengkulu; 
  7. Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2021 Tentang Perubahan IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu; 
  8. Peraturan Menteri Agama Nomor 72 Tahun 2021 tentang Sertifikasi  Halal UMK 
  9. Keputusan Menteri Agama Nomor 35 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kelola UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu; 
  10. Keputusan Menteri Agama Nomor 060010/B.II/3/2021 tentang  Pengangkatan Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu; 
  11. Keputusan Menteri Agama Nomor 748 Tahun 2021 tentang Produk  Yang Wajib Bersertifikat Halal. 
  12. Tujuan 

Pedoman ini dibuat dengan tujuan memberikan pedoman yang  aplikatif bagi pihak yang terlibat dengan kegiatan pusat halal.  Mengakomodir kepentingan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terkait  dengan layanan pusat halal yang belum masuk kedalam petunjuk teknis.  juknis ini dibuat sebagai acuan kegiatan kegiatan yang dijalankan dan  terkait dengan Pusat Halal.

Pedoman Pusat Halal LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu | 1 

BAB II 

LAYANAN SERTIFIKASI HALAL 

  1. Sertifikasi Halal  

Berdasarkan Undang Undang Nomor 33 Tahun 2014 Pasal 4  Menyatakan Bahwa Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangnkan  di wilayah Indonesia wajib bersertifikat Halal. Sehingga Sertifikasi halal  adalah pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan oleh Badan  Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berdasarkan fatwa  tertulis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

  1. Jalur Sertifikasi Halal 

Secara umum sertifikasi halal dibagi menjadi dua jalur, yaitu jalur self  declare melalui Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UIN  Fatmawati Sukarno Bengkulu dan jalur regular melalui Lembaga  Pemeriksa Halal (LPH) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, dengan rincian  pada masing masing jalur : 

  1. Jalur Self Declare 
  2. Khusus untuk Usaha Mikro Kecil dengan maksimum pendapatan  kurang dari 500jt/tahun 
  3. Produk sederhana dan diolah secara sederhana Produk termuat  dalam Kepkaban 150 tahun 2023 
  4. Ajuan terbatas hanya untuk 10 produk 
  5. Produk tidak berbahan baku daging sembelihan 
  6. Hanya memiliki 1 outlet/fasilitas produksi 
  7. Gratis sesuai dengan program Sertifikasi Halal Gratis 
  8. Jalur Reguler 
  9. Untuk Usaha Mikro/Kecil/Menengah/Besar 
  10. Produk sederhana maupun dengan proses pengolahan yang rumit c. Produk yang diajukan bisa lebih dari 10 
  11. Produk boleh berbahan baku daging sembelihan 
  12. Memiliki 1 atau lebih outlet/fasilitas produksi 
  13. Berbayar 
  14. Cocok untuk katering, restoran, rumah makan, pabrik/industri  olahan daging, dan produk makanan minuman lainnya. 
  15. Sistem Jaminan Produk Halal 

Pokok dari seritifkasi halal adalah (Sistem Jaminan Produk Halal) Penerapan SJPH. SJPH adalah suatu sistem yang terintegrasi, disusun,  diterapkan, dan dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi,  produk, sumber daya, dan prosedur dalam rangka menjaga  kesinambungan proses produk halal. Dengan lima kriteria inti. 

  1. Komitmen dan Tanggung Jawab 

Pelaku usaha harus berkomitmen untuk memenuhi persyaratan  Sistem Jaminan Produk Halal, membuat kebijakan halal dan  menerapkannya.

 

Pedoman Pusat Halal LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu | 2 

  1. Bahan 

Pelaku usaha senantiasa secara konsisten menggunakan bahan yang  sesuai dengan persyaratan SJPH, diantaranya yaitu bahan yang  digunakan jelas kehalalannya/sudah bersertifikat halal dan dapat  ditelusur kehalalannya. 

  1. Proses Produk Halal 

Pelaku usaha berkomitmen untuk memenuhi persyaratan SJPH  terkait Lokasi, Tempat, peralatan, prosedur, penyucian fasilitas,  pemeriksaan kedatangan bahan, proses produksi, transf\portasi dan  distribusi produk dan bahan, ketelusuran kehalalan. penanganan  produk yang tidak memenuhi kriteria halal, penjualan produk hingga  pengembangna produk 

  1. Produk 

Pelaku usaha berkomitmen untuk memenuhi persyaratan SJPH  terkait produk serta identifikasi dan mampu telusur. 

  1. Pemantauan dan Evaluasi 

Pelaku usaha berkomitmen untuk memenuhi persyaratan SJPH  terkait pemantauan dan evaluasi seperti melaksanakan audit internal  dan melaporkannya pada BPJPH maupun LPH 

  1. Dokumen Persyaratan Sertifikasi Halal 
  2. Jalur Self Declare 
  3. Surat Permohonan 
  4. Formulir Pendaftaran 
  5. Aspek Legal (NIB), dapat dibuat gratis secara online pada lama  oss.go.id 
  6. Dokumen Penyelia Halal (KTP, CV, Surat pengangkatan penyelia,  sertifikat lulus pelatihan penyelia halal (opsional). 
  7. Daftar nama produk dan bahan. 
  8. Proses Pengolahan Produk 
  9. Sistem Jaminan Produk Halal 
  10. Kode Fasilitasi 
  11. Salinan Sertifikat Halal (Bagi Pembaharuan) 
  12. Semua Dokumen tersebut tergenerate melalui sistem SIHALAL  yang bisa diakses melalui ptsp.halal.go,id 
  13. Jalur Reguler  
  14. Surat Permohonan 
  15. Formulir Pendaftaran 
  16. Aspek Legal (NIB) 
  17. Dokumen Penyelia Halal (KTP, CV, Surat pengangkatan penyelia,  sertifikat lulus pelatihan penyelia halal (wajib). 
  18. Daftar Nama Produk dan Bahan 
  19. Proses Pengolahan Produk  
  20. Sistem Jaminan Produk Halal

Pedoman Pusat Halal LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu | 3 

 

  1. Salinan Sertifikat Halal (Bagi Pembaharuan) 
  2. Izin edar (*Jika ada) 
  3. Semua Dokumen tersebut tergenerate melalui sistem SIHALAL  yang bisa diakses melalui ptsp.halal.go,id 
  4. Alur Proses Sertifikasi Halal 
  5. Jalur Self Declare 
  6. Client/Pelaku Usaha membuat pengajuan sertifikasi halal self  declare, unggan berkas melalui SIHALAL, serta memilih LP3H UIN  Fatmawati Sukarno Bengkulu 
  7. Pelaku usaha memilih Pendamping Proses Produk Halal, kemudian  pendamping memverifikasi berkas ajuan, kemudian ajuan dikirim  ke pendamping untuk divalidasi dan kemudian di ajukan ke komite  fatwa. 
  8. LP3H UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu memantau proses  pengajuan pada pendamping proses produk halal. 
  9. LP3H UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu memonitoring dan  mengevaluasi sertifikat halal yang sudah terbit beserta proses  pencantuman label halal pada produk yang disertifikasi 
  10. Jalur Reguler 
  11. Client/Pelaku Usaha membuat pengajuan sertifikasi halal regular, unggah berkas melalui SIHALAL, serta memilih LPH UIN  Fatmawati Sukarno Bengkulu 
  12. BPJPH memverifikasi berkas ajuan, kemudian ajuan dikirim ke  LPH UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. 
  13. LPH UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menghitung biaya,  kemudian invoice layanan akan muncul pada SIHALAL. 
  14. LPH UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menerbitkan invoice biaya  akomodasi untuk audit lapangan 
  15. Pelaku usaha membayar sesuai invoice pada BPJPH, MUI, dan  LPH UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu (dengan biaya tambahan  yang apabila muncul sesuai dengan tarif pada SK Tarif BLU UIN  Fatawati Sukarno Bengkulu) 
  16. Rapat Auditor dan SDM Syariah membahas hasil audit untuk  keputusan status SJH 
  17. Sidang Komisi Fatwa dan Penerbitan Ketetapan Halal MUI h. BPJPH melakukan validasi dan penerbitan sertifikat. Sertifikat  tersedia pada akun pelaku usaha di SIHALAL.

Pedoman Pusat Halal LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu | 4 

 

BAB III 

PENUTUP 

A.Penutup  

Demikian Pedoman Pusat Halal dibuat dengan harapan dapat memberikan arah pengembangan pusat halal bagi civitas akademika UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan masyarakat umum serta pihak terkait  terkait, yang juga diharapkan menjadi pondasi bagi keberlanjutan program pusat halal secara berkelanjutan. 

Adapun aturan aturan teknis lainnya yang belum diatur pada  pedoman ini akan dijelaskan serta dijabarkan pada pedoman kebijakan  revisi dan lainnya

 

Pedoman Pusat Halal LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu | 5