Ketua LPPM Bersama Pusat Lingkungan Hidup UIN FAS Bengkulu Ikuti Penanaman Pohon Bersama sebagai Implementasi Program Ekoteologi Kemenag RI
Bengkulu, 23 Mei 2026 — Pusat Lingkungan Hidup UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon bersama sebagai bagian dari implementasi program ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai di kawasan sekitar Gedung Dekanat Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia beserta jajaran, pimpinan dan sivitas akademika UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, serta Rektor IAIN Curup. Penanaman dilakukan secara simbolis dan kolaboratif sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kampus hijau dan penguatan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Sebanyak 20 pohon matoa ditanam dalam kegiatan tersebut. Pemilihan tanaman matoa tidak hanya mempertimbangkan aspek penghijauan dan estetika lingkungan kampus, tetapi juga nilai ekologis dan keberlanjutannya sebagai tanaman produktif yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan kampus.
Kepala Pusat Lingkungan Hidup UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, konsep ekoteologi tidak hanya dimaknai sebagai gerakan menanam pohon, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran spiritual bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
“Penanaman pohon ini merupakan simbol komitmen bersama bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan amanah keagamaan. Kampus memiliki tanggung jawab untuk menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus teladan dalam membangun budaya hidup berkelanjutan,” ujarnya.
Selain melalui gerakan penghijauan, implementasi ekoteologi juga diwujudkan melalui berbagai program lain, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengembangan bank sampah kampus, penghematan energi dan air, penguatan Eco-Masjid, pengembangan transportasi hijau, hingga edukasi lingkungan dalam kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh program tersebut diarahkan untuk membangun budaya kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan penanaman pohon berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dan Kementerian Agama Republik Indonesia ini, diharapkan penguatan program ekoteologi dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam transformasi kampus hijau di Indonesia.
