Perkuat Publikasi Ilmiah, Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM UIN FAS Bengkulu Sosialisasi Jurnal ke BLU

Bengkulu, 11 September 2026 — Pusat Publikasi dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melaksanakan kegiatan sosialisasi jurnal kepada Badan Layanan Umum (BLU) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Jumat (11/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat LPPM Lantai 2.


Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan, Dr. Nova Asvio, M.Pd., serta seluruh pengelola jurnal di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya LPPM dalam memperkuat pengelolaan jurnal dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan UIN FAS Bengkulu.

Melalui kegiatan tersebut, dilakukan pembahasan dan koordinasi terkait pengelolaan jurnal serta berbagai hal yang mendukung peningkatan kualitas dan keberlanjutan publikasi ilmiah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara LPPM, pengelola jurnal, dan BLU dalam mendukung pengembangan publikasi ilmiah di lingkungan universitas.

Ketua LPPM UIN FAS Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., menekankan pentingnya pengelolaan jurnal yang dilakukan secara profesional, terarah, dan berkelanjutan. Menurutnya, jurnal ilmiah memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan budaya akademik serta meningkatkan kualitas dan reputasi perguruan tinggi.

Dengan adanya sosialisasi ini, LPPM UIN FAS Bengkulu terus mendorong seluruh pengelola jurnal untuk meningkatkan tata kelola, kualitas penerbitan, dan kontribusi publikasi ilmiah dalam mendukung kemajuan akademik UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

LPPM UIN FAS Bengkulu Bahas Pagu Anggaran Tahun 2027

Bengkulu, 10 September 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar rapat pembahasan Pagu Anggaran Tahun 2027, Kamis (10/9/2026), bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 LPPM UIN FAS Bengkulu. Rapat dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Rapat dibuka langsung oleh Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penyusunan anggaran yang terencana, efektif, efisien, dan selaras dengan program prioritas LPPM.

“Pembahasan pagu anggaran ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program LPPM pada tahun 2027 dapat direncanakan dan dilaksanakan secara optimal. Setiap kebutuhan harus disusun berdasarkan prioritas program serta mendukung pencapaian target dan kinerja LPPM,”.

Kepala Biro AUPK UIN FAS Bengkulu, Dr. Mirwan Fasta, M.Si., menyampaikan bahwa pembahasan pagu anggaran perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Penyusunan pagu anggaran harus dilakukan secara terukur dan berdasarkan kebutuhan prioritas. Setiap program yang direncanakan perlu memiliki keterkaitan yang jelas dengan target kinerja, sehingga anggaran yang dialokasikan dapat digunakan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi pencapaian tujuan lembaga,” .

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Koordinator PKA, Ahmad Nazir, S.E. Kehadiran unsur terkait tersebut turut memperkuat koordinasi dalam pembahasan dan penyelarasan kebutuhan anggaran LPPM untuk tahun 2027.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala pusat di lingkungan LPPM UIN FAS Bengkulu, meliputi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Pusat Kesehatan, Kepala Pusat Lingkungan Hidup, Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan, Kepala Pusat Halal, Kepala Pusat Literasi Keagamaan dan Gender, serta Kepala Pusat Penelitian.

Pembahasan pagu anggaran tersebut diharapkan menghasilkan perencanaan anggaran yang akuntabel, terukur, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap unit, sekaligus mendukung pelaksanaan program penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, dan program strategis LPPM UIN FAS Bengkulu pada tahun 2027.

LPPM UIN FAS Bengkulu Gelar FGD Outcome Penelitian Tahun 2026, Dorong Riset Berdampak dan Berorientasi Hilirisasi


Bengkulu, 2 September 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Outcome Penelitian Tahun 2026, Rabu (2/9/2026). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam memperkuat kualitas dan dampak hasil penelitian, khususnya melalui peningkatan publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, serta hilirisasi hasil riset. Hal tersebut sejalan dengan agenda LPPM dalam mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti pada keluaran akademik, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pengembangan perguruan tinggi.

FGD menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama RI, yang menyampaikan materi “Optimalisasi Outcome Penelitian melalui Publikasi, Kekayaan Intelektual, dan Hilirisasi”.

Narasumber kedua adalah Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), yang membawakan materi “Penguatan Outcome Penelitian untuk Mendukung Akreditasi, IKU, dan Reputasi Perguruan Tinggi.”

Melalui kedua materi tersebut, peserta memperoleh penguatan perspektif mengenai pentingnya mengelola hasil penelitian secara strategis. Publikasi, kekayaan intelektual, hilirisasi, serta kontribusi penelitian terhadap indikator kinerja dan reputasi perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memastikan riset memberikan outcome yang terukur dan berkelanjutan.

Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., turut memberikan kata sambutan dalam kegiatan tersebut. LPPM sebelumnya juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas penelitian melalui forum akademik dan evaluasi hasil penelitian, termasuk melalui Seminar Antara Penelitian Tahun 2026.

FGD Outcome Penelitian Tahun 2026 diharapkan dapat memperkuat pemahaman para peneliti dalam mengembangkan hasil riset menjadi publikasi berkualitas, karya kekayaan intelektual, serta inovasi yang memiliki nilai guna dan berpotensi untuk dihilirisasi.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan turut mendukung peningkatan akreditasi, Indikator Kinerja Utama (IKU), dan reputasi perguruan tinggi, sekaligus memperkuat ekosistem penelitian UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.

Peserta yang mengikuti kegiatan juga berkesempatan memperoleh sertifikat sebesar 8 JPL sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan FGD.

Lewat Bengkulu Talk Show BETV, Pusat Lingkungan Hidup (PLH) LPPM UIN FAS Bengkulu Edukasi Masyarakat tentang Sampah dan Kesehatan


Bengkulu 31 Agustus 2026 — Sampah bukan hanya persoalan kebersihan dan keindahan lingkungan, tetapi memiliki hubungan langsung dengan kesehatan manusia. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemaran sekaligus tempat berkembang biaknya berbagai vektor penyakit.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Bengkulu Talk Show BETV bertema “Sampah dan Kesehatan Lingkungan”, Senin, 31 Agustus 2026. Dialog menghadirkan Fadilah, S.Si., M.Si., C.EIA, C.TL, C.PS., Akademisi sekaligus Kepala Pusat Lingkungan Hidup UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, dengan Wendi sebagai host.

Dalam dialog tersebut, Fadilah menjelaskan bahwa hubungan sampah dengan kesehatan dapat terjadi melalui berbagai jalur. Sampah organik yang membusuk dapat mengundang lalat, kecoa, dan tikus yang berpotensi membawa bibit penyakit. Sampah yang menyumbat drainase dapat menyebabkan genangan air dan menciptakan tempat perkembangbiakan nyamuk. Sementara sampah yang dibakar secara terbuka menghasilkan asap dan partikel pencemar yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

Dampak lainnya terjadi ketika sampah dibuang ke sungai, selokan, atau lingkungan terbuka. Air dan tanah dapat tercemar, sementara kualitas sanitasi lingkungan menurun. Karena itu, pengelolaan sampah sebenarnya merupakan bagian penting dari upaya pencegahan penyakit dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Fadilah juga menekankan perlunya perubahan paradigma dalam mengelola sampah. Menurutnya, slogan yang selama bertahun-tahun dikenal masyarakat, yakni “Buanglah sampah pada tempatnya”, saat ini sudah tidak cukup untuk menjawab persoalan sampah.

“Kalau semua sampah dibuang pada satu tempat tetapi masih bercampur, kita hanya memindahkan masalah dari rumah ke tempat pembuangan. Yang perlu kita biasakan sekarang adalah: pilahlah sampah sesuai jenisnya.”

Pemilahan harus dilakukan sejak dari sumber, baik di rumah tangga, sekolah, kampus, perkantoran, pasar maupun tempat usaha. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah, antara lain menjadi kompos. Sementara kertas, kardus, botol plastik, kaleng, dan berbagai material anorganik yang masih dapat dimanfaatkan perlu dipisahkan sehingga dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau disalurkan melalui bank sampah.

Dengan demikian, pemilahan memiliki dua manfaat sekaligus: manfaat kesehatan dan manfaat ekonomi. Dari sisi kesehatan, volume sampah yang membusuk dan mencemari lingkungan dapat dikurangi. Dari sisi ekonomi, material yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat menjadi komoditas yang mempunyai nilai jual.

Paradigma pengelolaan sampah pun harus bergeser dari pola lama “kumpul–angkut–buang” menjadi “kurangi–pilah–olah–manfaatkan.”

Fadilah mengingatkan bahwa persoalan sampah pada akhirnya merupakan persoalan perilaku. Pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan sistem pengelolaan, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh kebiasaan masyarakat sejak dari sumber.

“Jadi, pesan kita hari ini bukan lagi sekadar ‘buanglah sampah pada tempatnya’, tetapi ‘pilahlah sampah sesuai jenisnya’. Karena sampah yang tidak dikelola dapat menjadi sumber penyakit, sedangkan sampah yang dipilah dan dikelola dengan benar dapat berubah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi.”

Melalui edukasi tersebut, Pusat Lingkungan Hidup UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa lingkungan yang sehat dimulai dari cara setiap individu memperlakukan sampah yang dihasilkannya sendiri.

Kepala Pusat Lingkungan Hidup (PLH) LPPM UINFAS Bengkulu Edukasi Masyarakat Jaga Kesehatan dan Lingkungan di Musim Kemarau

Bengkulu, 28 Agustus 2026 — Pusat Lingkungan Hidup (PLH) LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan selama musim kemarau melalui program “Bengkulu Menyapa” RRI Pro 1 Bengkulu, Jumat (28/8/2026).

Dialog bertema “Menjaga Kesehatan dan Lingkungan di Musim Kemarau” tersebut menghadirkan Fadilah, S.Si., M.Si., C.EIA., C.TL., C.PS., Kepala PLH LPPM UINFAS Bengkulu, bersama Dr. Deri Kermelita, SKM., M.PH., Akademisi Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

Dalam dialog tersebut, Fadilah menekankan bahwa dampak musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan hemat air, menjaga sumber air, tidak membakar sampah maupun lahan, serta mempertahankan dan memperbanyak vegetasi.

“Menjaga kesehatan di musim kemarau tidak dapat dipisahkan dari menjaga lingkungan. Ketika air, udara, vegetasi, dan kebersihan lingkungan kita jaga, pada saat yang sama kita juga sedang melindungi kesehatan masyarakat,” ungkap Fadilah.

Melalui kesempatan tersebut, PLH UINFAS Bengkulu juga mendorong penguatan kesadaran lingkungan berbasis ekoteologi, bahwa menjaga alam merupakan bagian dari amanah dan tanggung jawab manusia. Perguruan tinggi diharapkan terus mengambil peran melalui edukasi, konservasi air, penghijauan, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dialog yang dipandu Agnes tersebut disiarkan langsung melalui RRI Pro 1 Bengkulu 92,5 FM dan kanal digital RRI Bengkulu.

Perkuat Kualitas Riset, LPPM UIN FAS Bengkulu Selenggarakan Seminar Antara Penelitian Secara Daring

Bengkulu, 28 Agustus 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan Seminar Antara Penelitian Tahun 2026 pada Rabu–Kamis, 26–27 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., didampingi Sekretaris LPPM, Dr. Armen Tedy, S.Th.I., M.Ag.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si. menyampaikan bahwa Seminar Antara merupakan bagian penting dari tahapan pelaksanaan penelitian. Melalui forum ini, para peneliti diharapkan dapat mempresentasikan perkembangan penelitian yang telah dilakukan sekaligus memperoleh masukan konstruktif dari para reviewer.

Ketua LPPM juga menekankan pentingnya keseriusan para peneliti dalam menindaklanjuti setiap catatan, evaluasi, dan rekomendasi yang diberikan oleh reviewer. Menurutnya, proses penelitian tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan, tetapi harus diarahkan pada peningkatan kualitas luaran serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

“Seminar Antara ini menjadi ruang bagi para peneliti untuk melihat kembali sejauh mana perkembangan penelitian yang telah dilaksanakan. Setiap masukan dari reviewer hendaknya menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan agar hasil penelitian dapat lebih berkualitas, memiliki luaran yang jelas, serta memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Dr. Rini Fitria dalam arahannya.

Ia juga mengharapkan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian seminar dengan baik dan terbuka terhadap berbagai masukan dari reviewer. Dengan demikian, proses penelitian dapat berjalan sesuai dengan target dan menghasilkan karya akademik yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

    
Seminar Antara Penelitian diikuti oleh para reviewer dan peserta peneliti di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pelaksanaan penelitian, khususnya untuk mempresentasikan perkembangan hasil penelitian serta memperoleh masukan dan evaluasi dari para reviewer.

Melalui Seminar Antara ini, LPPM UIN FAS Bengkulu terus mendorong peningkatan kualitas penelitian yang dilakukan oleh para dosen dan peneliti. Masukan, evaluasi, dan rekomendasi dari reviewer diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan penelitian sehingga menghasilkan karya akademik yang berkualitas, relevan, dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat.

Pelaksanaan Seminar Antara Penelitian secara daring juga menjadi bentuk komitmen LPPM dalam menghadirkan proses pembinaan dan evaluasi penelitian yang efektif, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

PUSAT LINGKUNGAN HIDUP (PLH) LPPM UIN FAS Bengkulu Siapkan 2.400 Bibit Pohon untuk Penghijauan Kampus


Bengkulu 26 Agustus 2026 — UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melalui Pusat Lingkungan Hidup (PLH) LPPM menyediakan 2.400 bibit pohon untuk mendukung penghijauan, penambahan ruang terbuka hijau, konservasi, dan penguatan kampus hijau.

Ketua LPPM UINFAS Bengkulu, Dr. Rini Fitria, M.Ag., menyampaikan bahwa penyediaan bibit tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membangun lingkungan yang asri dan berkelanjutan.

“Penghijauan kampus bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan. Kami berharap seluruh sivitas akademika dapat memanfaatkan bibit ini dengan baik serta merawatnya secara berkelanjutan,” ujar Dr. Rini Fitria.

Rincian Bibit

Bibit yang tersedia terdiri atas:

* Durian: 900 batang
* Matoa: 500 batang
* Alpukat: 350 batang
* Nangka: 100 batang
* Rambutan: 100 batang
* Cemara: 300 batang
* Ketapang: 150 batang

Tanaman buah berjumlah 1.950 batang, sedangkan tanaman penghijauan berjumlah 450 batang. Bibit tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peneduh, penyerap karbon, penguat lanskap, tanaman produktif, serta sarana edukasi dan konservasi lingkungan.

Kepala Pusat Lingkungan Hidup, Fadilah, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa distribusi bibit akan dilakukan secara terkoordinasi agar penanaman sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan kampus.

“Setiap jenis tanaman memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Karena itu, penentuan lokasi, jarak tanam, serta pola pemeliharaan perlu diperhatikan agar bibit dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang,” jelas Fadilah.

Prosedur Pengajuan

Bibit dapat dimanfaatkan oleh fakultas, program studi, unit kerja, lembaga, organisasi kemahasiswaan, dan unsur sivitas akademika lainnya.

Pengajuan dilakukan melalui Pusat Lingkungan Hidup LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melalui Ketua LPPM UINFAS Bengkulu. Prosedur ini diperlukan untuk memastikan pencatatan distribusi dan kesesuaian pemanfaatan bibit.

Untuk penanaman di dalam lingkungan kampus, lokasi wajib dikonsultasikan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan PLH LPPM. Koordinasi mencakup kesesuaian jenis tanaman, jarak tanam, fungsi kawasan, fasilitas sekitar, dan rencana tata ruang hijau kampus.

Penerima bibit juga diharapkan melakukan pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhan pohon agar penanaman memberikan manfaat ekologis jangka panjang.

Ketersediaan bibit ini menjadi peluang bagi seluruh sivitas akademika untuk memperkuat gerakan penghijauan dan mewujudkan UINFAS Bengkulu sebagai kampus hijau yang berkelanjutan.

Mari mengajukan, menanam, dan merawat bibit untuk menghadirkan lingkungan kampus yang lebih hijau bagi generasi mendatang.

Pusat Lingkungan Hidup LPPM UIN FAS Bengkulu dan Sekolah Tahfidz Fatimah Jajaki Kolaborasi Wujudkan Sekolah Lestari dan Zero Waste


Bengkulu — Kepala Pusat Lingkungan Hidup (PLH) LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Fadilah, S.Si., M.Si., C.EIA, melakukan kunjungan ke Sekolah Tahfidz Fatimah jenjang SMP dan SMA di Kota Bengkulu sebagai tindak lanjut atas permintaan kolaborasi dari Yayasan Daarul Iman Bengkulu pada hari Selasa 18 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi pada 4 sekolah binaan Yayasan dalam membangun tata kelola lingkungan sekolah yang lebih lestari, sehat, nyaman, dan berorientasi pada prinsip zero waste. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan fisik sekolah, tetapi juga mendukung terciptanya suasana belajar yang nyaman bagi siswa dan guru.

Kepala Sekolah Tahfidz Fatimah, Euis Santika Dewi, menyambut baik kunjungan survei dan berharap rencana kolaborasi segera terwujud. Penguatan tata kelola lingkungan dipandang sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kepedulian serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah peluang kolaborasi menjadi perhatian, terutama pengelolaan sampah dari sumbernya, pembiasaan pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, optimalisasi kebersihan dan penghijauan lingkungan sekolah, serta pengembangan budaya zero waste yang melibatkan seluruh warga sekolah.


Kepala PLH LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Fadilah, menyampaikan bahwa tata kelola lingkungan sekolah idealnya tidak berhenti pada persoalan kebersihan semata. Lebih jauh, kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

Semangat tersebut selaras dengan konsep ekoteologi, yaitu cara pandang yang menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan. Dalam perspektif Islam, manusia mengemban amanah sebagai khalifah fil ardh yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan mencegah kerusakan di muka bumi.

Kolaborasi antara Pusat Lingkungan Hidup LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Yayasan Daarul Iman Bengkulu diharapkan selanjutnya dapat dikembangkan dalam bentuk program-program konkret dan berkelanjutan. Sekolah Tahfidz Fatimah dapat menjadi ruang pembelajaran lingkungan yang mengintegrasikan nilai keislaman, pendidikan karakter, dan praktik pengelolaan lingkungan yang lestari.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan tumbuh budaya sekolah yang menjadikan kepedulian lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari. Semangat “menghafal ayat, menjaga alam” dapat menjadi salah satu wujud nyata bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan dan dipahami, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan.

Kepala Pusat Penelitian LPPM UIN FAS Bengkulu Hadiri Penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektual pada Peringatan Hari Pengayoman ke-81


Bengkulu, 19 Agustus 2026
– Kepala Pusat Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Khosi’in, M.Pd.Si., menghadiri kegiatan penyerahan sertifikat Kekayaan Intelektual (KI) yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Pengayoman ke-81 oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Bengkulu, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Bengkulu tersebut menjadi momentum penting dalam memberikan apresiasi kepada para akademisi dan peneliti yang telah menghasilkan karya intelektual serta mendorong budaya perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menerima sertifikat Kekayaan Intelektual, yaitu:

  1. Vebbi Andra, dkk.
  2. Khozin Zaki
  3. Falahun Ni’am, dkk.

Kehadiran Kepala Pusat Penelitian LPPM UIN FAS Bengkulu merupakan bentuk dukungan nyata lembaga terhadap peningkatan produktivitas riset dan perlindungan hasil karya dosen melalui pencatatan serta pengelolaan kekayaan intelektual.

Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen LPPM dalam mendorong budaya inovasi dan penguatan ekosistem riset yang berorientasi pada perlindungan karya akademik.

“Penerimaan sertifikat Kekayaan Intelektual ini menjadi bukti bahwa dosen UIN FAS Bengkulu terus menghasilkan karya-karya inovatif yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. LPPM akan terus memberikan pendampingan dan fasilitasi agar semakin banyak karya dosen yang memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan Kekayaan Intelektual,” ujar Dr. Rini Fitria.

Lebih lanjut, Dr. Rini berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan meningkatkan kualitas penelitian yang berdampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kemaslahatan masyarakat.

Partisipasi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Bengkulu dalam membangun kesadaran pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual sebagai aset strategis bangsa.

PELAKSANAAN FASILITASI 1.000 PENCATATAN HAK CIPTA GRATIS

📢 INFORMASI PENTING!

🎉 Dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026, Kementerian Hukum RI menghadirkan program Fasilitasi 1.000 Pencatatan Hak Cipta Gratis.

🏆 UIN FAS Bengkulu mendapatkan 3 kuota pencatatan Hak Cipta gratis!
📝 Pendaftaran melalui Ka. Pus Penelitian UIN FAS Bengkulu.

⏰ Segera manfaatkan kesempatan ini! Kuota terbatas dan diprioritaskan bagi yang cepat mendaftar.

💡 Mendukung Inovasi, Melindungi Karya, Menghargai Kreativitas Bangsa.

#LPPMUINFASBengkulu #UINFASBengkulu #HakCipta #KekayaanIntelektual