LPPM UIN FAS Bengkulu Perkuat Pemahaman Hak Cipta dan Desain Industri melalui Rapat Koordinasi dan Sosialisasi

Bengkulu, 22 September 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melaksanakan rapat koordinasi terkait audiensi dan sosialisasi pengenalan Hak Cipta dan Desain Industri, Selasa (22/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 LPPM UIN FAS Bengkulu, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Koordinator Program Studi (Kaprodi) S1 di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Rapat koordinasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, khususnya Hak Cipta dan Desain Industri.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian LPPM UIN FAS Bengkulu, Khosi’in, M.Pd.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antara LPPM dan program studi dalam meningkatkan kesadaran serta pemahaman terkait perlindungan karya intelektual yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Kementerian Hukum RI, yaitu Dr. Idris Yushardy, S.H., M.H., yang menyampaikan materi mengenai pengembangan dan promosi Hak Cipta serta Desain Industri. Selain itu, Bayu Saputra Slamet, S.T., M.Ds. memberikan pemaparan mengenai Desain Industri.

Melalui kegiatan ini, para Koordinator Program Studi diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), mulai dari pengenalan, perlindungan, hingga pengembangan dan promosi karya. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada dosen dan mahasiswa di masing-masing program studi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi. LPPM UIN FAS Bengkulu terus mendorong penguatan ekosistem penelitian, inovasi, dan publikasi yang tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga memiliki perlindungan hukum serta potensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.

Ketua LPPM UIN FAS Bengkulu Tandatangani PKS Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit

Jakarta — Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pengelola Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Penandatanganan PKS ini menjadi bagian penting dalam penguatan pelaksanaan riset sekaligus komitmen terhadap peningkatan kualitas penelitian di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Dalam kesempatan tersebut, Ruchman Basori menegaskan bahwa orientasi pelaksanaan riset harus diarahkan pada aspek kualitas, akuntabilitas, dan integritas. Menurutnya, dukungan pendanaan penelitian perlu diikuti dengan pelaksanaan riset yang bertanggung jawab serta menghasilkan luaran yang berkualitas dan memberikan manfaat.

Pada tahun 2026, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu memperoleh dua kelompok pendanaan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit yang melibatkan enam dosen, yakni Prof. Dr. Iim Fahima, M.A.; Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag.; Dr. Hamdan, M.Pd.; M. Arif Rahman Hakim; Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si.; dan Yasori Revola, M.Pd.

Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus momentum untuk terus meningkatkan kapasitas riset dosen di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
“Tentu menjadi suatu kebanggaan bagi kita dapat memperoleh pendanaan riset ini. Pendanaan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan riset dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, selain dukungan pendanaan riset melalui Litapdimas,”.

Ia berharap keterlibatan dosen dalam Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit dapat mendorong peningkatan kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik, serta memperkuat kontribusi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Penandatanganan PKS tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem penelitian di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, sekaligus mendorong lahirnya penelitian yang berkualitas, akuntabel, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Upgrade Tata Kelola Jurnal Ilmiah, Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM UIN FAS Bengkulu Perkuat Kompetensi Pengelola Jurnal melalui OJS 3

Bengkulu, 17 September 2026 — Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas pengelolaan jurnal ilmiah, Pusat Publikasi dan Ilmiah LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Upgrade Sistem Tata Kelola Jurnal Ilmiah ke Open Journal Systems (OJS) 3 bagi para pengelola jurnal, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–16.00 WIB di Aula FTT Lantai 3 UIN FAS Bengkulu tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III UIN FAS Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang merupakan pengelola jurnal ilmiah di lingkungan UIN FAS Bengkulu.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengelola jurnal seiring dengan tuntutan pengelolaan publikasi ilmiah yang semakin profesional, transparan, dan berbasis sistem digital.

Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Pusat Publikasi dan Ilmiah LPPM UIN FAS Bengkulu, Dr. Nova Asvio, M.Pd. Kehadiran para pengelola jurnal dalam jumlah besar menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola jurnal ilmiah dan meningkatkan kualitas publikasi akademik di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang memberikan materi secara komprehensif dan aplikatif.

Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi mengenai “Paradigma Baru Tata Kelola Jurnal Ilmiah Berdasarkan Juknis Akreditasi 2026.” Materi ini membahas arah dan perubahan tata kelola jurnal ilmiah yang perlu menjadi perhatian pengelola dalam menghadapi tuntutan akreditasi jurnal tahun 2026.

Sementara itu, Dr. Muhammad Kristiawan, M.Pd. membawakan materi mengenai “Alur Kerja dari Submission hingga Article Production bagi Pengelola Jurnal di OJS 3.” Materi tersebut memberikan pemahaman teknis mengenai tahapan pengelolaan artikel, mulai dari proses submission, pengelolaan naskah, proses editorial hingga article production melalui platform OJS 3.

Melalui kegiatan ini, para pengelola jurnal diharapkan tidak hanya memahami perubahan paradigma tata kelola jurnal ilmiah, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengelolaan jurnal secara lebih sistematis, efektif, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

 

Dua Tim Peneliti UIN FAS Bengkulu Raih Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Tahun 2026

Bengkulu — Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu. Dua tim peneliti UIN FAS Bengkulu berhasil memperoleh Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Tahun 2026 berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 380 Tahun 2026 tentang Penerima Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting dalam penguatan budaya riset dan pengembangan penelitian di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Dua tim yang dinyatakan sebagai penerima pendanaan tersebut memperoleh dukungan dana dengan total Rp800.000.000.

Tim pertama diketuai oleh Prof. Iim Fahimah, Lc., M.A., dengan anggota Prof. Dr. KH. Khairudin, M.Ag. dan Dr. Hamdan Efendi, M.Pd.I. Tim tersebut memperoleh pendanaan sebesar Rp500.000.000.

Sementara itu, tim kedua diketuai oleh Arif Rahman Hakim, Ph.D., dengan anggota Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si. dan Yashori Revola, M.Pd. Tim ini memperoleh pendanaan sebesar Rp300.000.000.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian para peneliti UIN FAS Bengkulu tersebut.

“Kami mengucapkan selamat kepada para peneliti yang berhasil memperoleh Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026. Capaian ini merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen dan kerja keras dalam mengembangkan penelitian yang berkualitas. Semoga pendanaan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanfaatan bagi masyarakat,”.

Lebih lanjut, keberhasilan dua tim tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para dosen dan peneliti di lingkungan UIN FAS Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian. Dukungan terhadap kegiatan riset juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat.

Dengan diperolehnya pendanaan tersebut, LPPM UIN FAS Bengkulu terus mendorong terciptanya ekosistem penelitian yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Capaian ini sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas riset dan memperluas kontribusi akademik UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu di tingkat nasional.

 

Perkuat Publikasi Ilmiah, Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM UIN FAS Bengkulu Sosialisasi Jurnal ke BLU

Bengkulu, 11 September 2026 — Pusat Publikasi dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melaksanakan kegiatan sosialisasi jurnal kepada Badan Layanan Umum (BLU) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Jumat (11/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat LPPM Lantai 2.


Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan, Dr. Nova Asvio, M.Pd., serta seluruh pengelola jurnal di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya LPPM dalam memperkuat pengelolaan jurnal dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan UIN FAS Bengkulu.

Melalui kegiatan tersebut, dilakukan pembahasan dan koordinasi terkait pengelolaan jurnal serta berbagai hal yang mendukung peningkatan kualitas dan keberlanjutan publikasi ilmiah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara LPPM, pengelola jurnal, dan BLU dalam mendukung pengembangan publikasi ilmiah di lingkungan universitas.

Ketua LPPM UIN FAS Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., menekankan pentingnya pengelolaan jurnal yang dilakukan secara profesional, terarah, dan berkelanjutan. Menurutnya, jurnal ilmiah memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan budaya akademik serta meningkatkan kualitas dan reputasi perguruan tinggi.

Dengan adanya sosialisasi ini, LPPM UIN FAS Bengkulu terus mendorong seluruh pengelola jurnal untuk meningkatkan tata kelola, kualitas penerbitan, dan kontribusi publikasi ilmiah dalam mendukung kemajuan akademik UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

LPPM UIN FAS Bengkulu Bahas Pagu Anggaran Tahun 2027

Bengkulu, 10 September 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar rapat pembahasan Pagu Anggaran Tahun 2027, Kamis (10/9/2026), bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 LPPM UIN FAS Bengkulu. Rapat dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Rapat dibuka langsung oleh Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penyusunan anggaran yang terencana, efektif, efisien, dan selaras dengan program prioritas LPPM.

“Pembahasan pagu anggaran ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program LPPM pada tahun 2027 dapat direncanakan dan dilaksanakan secara optimal. Setiap kebutuhan harus disusun berdasarkan prioritas program serta mendukung pencapaian target dan kinerja LPPM,”.

Kepala Biro AUPK UIN FAS Bengkulu, Dr. Mirwan Fasta, M.Si., menyampaikan bahwa pembahasan pagu anggaran perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Penyusunan pagu anggaran harus dilakukan secara terukur dan berdasarkan kebutuhan prioritas. Setiap program yang direncanakan perlu memiliki keterkaitan yang jelas dengan target kinerja, sehingga anggaran yang dialokasikan dapat digunakan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi pencapaian tujuan lembaga,” .

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Koordinator PKA, Ahmad Nazir, S.E. Kehadiran unsur terkait tersebut turut memperkuat koordinasi dalam pembahasan dan penyelarasan kebutuhan anggaran LPPM untuk tahun 2027.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala pusat di lingkungan LPPM UIN FAS Bengkulu, meliputi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Pusat Kesehatan, Kepala Pusat Lingkungan Hidup, Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan, Kepala Pusat Halal, Kepala Pusat Literasi Keagamaan dan Gender, serta Kepala Pusat Penelitian.

Pembahasan pagu anggaran tersebut diharapkan menghasilkan perencanaan anggaran yang akuntabel, terukur, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap unit, sekaligus mendukung pelaksanaan program penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, dan program strategis LPPM UIN FAS Bengkulu pada tahun 2027.

LPPM UIN FAS Bengkulu Gelar FGD Outcome Penelitian Tahun 2026, Dorong Riset Berdampak dan Berorientasi Hilirisasi


Bengkulu, 2 September 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Outcome Penelitian Tahun 2026, Rabu (2/9/2026). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam memperkuat kualitas dan dampak hasil penelitian, khususnya melalui peningkatan publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, serta hilirisasi hasil riset. Hal tersebut sejalan dengan agenda LPPM dalam mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti pada keluaran akademik, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pengembangan perguruan tinggi.

FGD menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama RI, yang menyampaikan materi “Optimalisasi Outcome Penelitian melalui Publikasi, Kekayaan Intelektual, dan Hilirisasi”.

Narasumber kedua adalah Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), yang membawakan materi “Penguatan Outcome Penelitian untuk Mendukung Akreditasi, IKU, dan Reputasi Perguruan Tinggi.”

Melalui kedua materi tersebut, peserta memperoleh penguatan perspektif mengenai pentingnya mengelola hasil penelitian secara strategis. Publikasi, kekayaan intelektual, hilirisasi, serta kontribusi penelitian terhadap indikator kinerja dan reputasi perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memastikan riset memberikan outcome yang terukur dan berkelanjutan.

Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., turut memberikan kata sambutan dalam kegiatan tersebut. LPPM sebelumnya juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas penelitian melalui forum akademik dan evaluasi hasil penelitian, termasuk melalui Seminar Antara Penelitian Tahun 2026.

FGD Outcome Penelitian Tahun 2026 diharapkan dapat memperkuat pemahaman para peneliti dalam mengembangkan hasil riset menjadi publikasi berkualitas, karya kekayaan intelektual, serta inovasi yang memiliki nilai guna dan berpotensi untuk dihilirisasi.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan turut mendukung peningkatan akreditasi, Indikator Kinerja Utama (IKU), dan reputasi perguruan tinggi, sekaligus memperkuat ekosistem penelitian UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.

Peserta yang mengikuti kegiatan juga berkesempatan memperoleh sertifikat sebesar 8 JPL sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan FGD.

Lewat Bengkulu Talk Show BETV, Pusat Lingkungan Hidup (PLH) LPPM UIN FAS Bengkulu Edukasi Masyarakat tentang Sampah dan Kesehatan


Bengkulu 31 Agustus 2026 — Sampah bukan hanya persoalan kebersihan dan keindahan lingkungan, tetapi memiliki hubungan langsung dengan kesehatan manusia. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemaran sekaligus tempat berkembang biaknya berbagai vektor penyakit.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Bengkulu Talk Show BETV bertema “Sampah dan Kesehatan Lingkungan”, Senin, 31 Agustus 2026. Dialog menghadirkan Fadilah, S.Si., M.Si., C.EIA, C.TL, C.PS., Akademisi sekaligus Kepala Pusat Lingkungan Hidup UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, dengan Wendi sebagai host.

Dalam dialog tersebut, Fadilah menjelaskan bahwa hubungan sampah dengan kesehatan dapat terjadi melalui berbagai jalur. Sampah organik yang membusuk dapat mengundang lalat, kecoa, dan tikus yang berpotensi membawa bibit penyakit. Sampah yang menyumbat drainase dapat menyebabkan genangan air dan menciptakan tempat perkembangbiakan nyamuk. Sementara sampah yang dibakar secara terbuka menghasilkan asap dan partikel pencemar yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

Dampak lainnya terjadi ketika sampah dibuang ke sungai, selokan, atau lingkungan terbuka. Air dan tanah dapat tercemar, sementara kualitas sanitasi lingkungan menurun. Karena itu, pengelolaan sampah sebenarnya merupakan bagian penting dari upaya pencegahan penyakit dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Fadilah juga menekankan perlunya perubahan paradigma dalam mengelola sampah. Menurutnya, slogan yang selama bertahun-tahun dikenal masyarakat, yakni “Buanglah sampah pada tempatnya”, saat ini sudah tidak cukup untuk menjawab persoalan sampah.

“Kalau semua sampah dibuang pada satu tempat tetapi masih bercampur, kita hanya memindahkan masalah dari rumah ke tempat pembuangan. Yang perlu kita biasakan sekarang adalah: pilahlah sampah sesuai jenisnya.”

Pemilahan harus dilakukan sejak dari sumber, baik di rumah tangga, sekolah, kampus, perkantoran, pasar maupun tempat usaha. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah, antara lain menjadi kompos. Sementara kertas, kardus, botol plastik, kaleng, dan berbagai material anorganik yang masih dapat dimanfaatkan perlu dipisahkan sehingga dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau disalurkan melalui bank sampah.

Dengan demikian, pemilahan memiliki dua manfaat sekaligus: manfaat kesehatan dan manfaat ekonomi. Dari sisi kesehatan, volume sampah yang membusuk dan mencemari lingkungan dapat dikurangi. Dari sisi ekonomi, material yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat menjadi komoditas yang mempunyai nilai jual.

Paradigma pengelolaan sampah pun harus bergeser dari pola lama “kumpul–angkut–buang” menjadi “kurangi–pilah–olah–manfaatkan.”

Fadilah mengingatkan bahwa persoalan sampah pada akhirnya merupakan persoalan perilaku. Pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan sistem pengelolaan, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh kebiasaan masyarakat sejak dari sumber.

“Jadi, pesan kita hari ini bukan lagi sekadar ‘buanglah sampah pada tempatnya’, tetapi ‘pilahlah sampah sesuai jenisnya’. Karena sampah yang tidak dikelola dapat menjadi sumber penyakit, sedangkan sampah yang dipilah dan dikelola dengan benar dapat berubah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi.”

Melalui edukasi tersebut, Pusat Lingkungan Hidup UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa lingkungan yang sehat dimulai dari cara setiap individu memperlakukan sampah yang dihasilkannya sendiri.