Ketua LPPM dan Ka.Pus PkM di Pembekalan Peserta KKN Tematik berbasis Riset Fakultas Tarbiyah dan Tadris

Berita LPPM!!

Bengkulu, 08 Mei 2026 – Fakultas Tarbiyah dan Tadris menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik berbasis riset sebagai langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh seluruh Dosen Pembimbing Lapangan dan seluruh peserta KKN dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Tadris.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua LPPM, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si. memberikan arahan terkait pentingnya pelaksanaan KKN yang tidak hanya fokus pada pengabdian, tetapi juga mampu menghasilkan data dan temuan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat maupun pengembangan akademik kampus. “Mahasiswa harus mampu hadir sebagai agen perubahan dengan membawa solusi yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat,” katanya dalam sesi pembekalan.

Rini Fitria juga menambahkan bahwa selain program KKN Tematik, LPPM membuka program KKN Unggulan, yaitu KKN Kewirausahaan dan KKN Luar Negeri. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih luas kepada mahasiswa, baik dalam pengembangan jiwa wirausaha maupun penguatan wawasan global dan kolaborasi internasional.

Selain penyampaian materi, kegiatan pembekalan juga diisi dengan penjelasan teknis mengenai mekanisme pelaksanaan KKN, penyusunan program kerja, metode pengumpulan data penelitian, hingga pelaporan akhir kegiatan. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan peserta KKN Tematik berbasis riset Fakultas Tarbiyah dan Tadris mampu melaksanakan pengabdian secara optimal, menghasilkan program yang tepat sasaran, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Ketua dan Sekretaris LPPM Menghadiri Dan Memberikan Arahan Dalam Rangka Kegiatan Pembekalan KKN Tematik Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

LPPM News !

Bengkulu, 06 Mei 2026 – Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., di dampingin Sekretaris LPPM Dr. Armen Tedy, S.Th.I., M.Ag menghadiri kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang diselenggarakan di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa KKN Tematik bukan sekadar program akademik, tetapi juga menjadi wadah implementasi keilmuan, penguatan karakter, serta pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membawa solusi atas berbagai persoalan sosial melalui pendekatan yang inovatif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal.

Secara khusus, Ketua LPPM juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan nama baik almamater selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa diminta untuk senantiasa menunjukkan sikap sopan santun, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, serta menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat. “Mahasiswa adalah representasi kampus di tengah masyarakat. Setiap perilaku, tutur kata, dan tindakan harus mencerminkan integritas serta citra positif almamater,” tegasnya. Beliau juga menambahkan LPPM juga memiliki program KKN unggulan sebagai bentuk inovasi pengabdian kepada masyarakat, yaitu KKN Kewirausahaan dan KKN Internasional. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih luas bagi mahasiswa, baik dalam pengembangan jiwa entrepreneurship maupun dalam memperluas wawasan global melalui keterlibatan di tingkat internasional.

Pembekalan ini diikuti oleh mahasiswa peserta KKN yang akan ditempatkan di berbagai lokasi. Materi yang disampaikan mencakup teknis pelaksanaan KKN, etika berinteraksi dengan masyarakat, serta strategi penyusunan program kerja yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan pemahaman mengenai pentingnya menjaga nama baik almamater selama menjalankan tugas di lapangan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta KKN Tematik siap menjalankan peran sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

LPPM UIN FAS Bengkulu Melaksanakan Rapat penyusunan target kerja dan Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2026–2029

LPPM news!

Bengkulu, 06 Mei 2026 – LPPM UIN FAS Bengkulu Melaksanakan Rapat penyusunan target kerja dan Rencana Strategis (RENSTRA)  Tahun 2026–2029 Rapat di pimpin Langsung Ketua LPPM, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si, bertempat di ruang rapat lantai 2 LPPM UIN FAS Bengkulu.

Dalam sambutannya, Dr. Rini Fitria menegaskan bahwa penyusunan target kerja dan RENSTRA merupakan langkah strategis untuk memastikan arah kebijakan lembaga berjalan selaras dengan visi dan misi universitas. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang terukur, adaptif, serta berbasis pada kebutuhan masyarakat dan perkembangan tridharma perguruan tinggi.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Sekretaris, Kepala Pusat dan staf LPPM, yang secara aktif memberikan masukan dan merumuskan program prioritas untuk periode 2026–2029. Fokus utama dalam penyusunan RENSTRA meliputi penguatan penelitian unggulan, peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kerja sama nasional dan internasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan LPPM UIN FAS Bengkulu dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif dan implementatif, sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja lembaga secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

 

Ketua LPPM menghadiri Pembekalan KKN Tematik Di Fakultas Syari’ah

Bengkulu, 06 Mei 2026 – Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., Di dampingin Ka. Pus Pengabdian Kepada Masyarakat Dr. Fatrima Santri Syafri, M. Pd menghadiri kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang diselenggarakan di Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa KKN Tematik bukan sekadar program akademik, tetapi juga menjadi wadah implementasi keilmuan, penguatan karakter, serta pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membawa solusi atas berbagai persoalan sosial melalui pendekatan yang inovatif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal.

Secara khusus, Ketua LPPM juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan nama baik almamater selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa diminta untuk senantiasa menunjukkan sikap sopan santun, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, serta menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat. “Mahasiswa adalah representasi kampus di tengah masyarakat. Setiap perilaku, tutur kata, dan tindakan harus mencerminkan integritas serta citra positif almamater,” tegasnya. Beliau juga menambahkan LPPM juga memiliki program KKN unggulan sebagai bentuk inovasi pengabdian kepada masyarakat, yaitu KKN Kewirausahaan dan KKN Internasional. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih luas bagi mahasiswa, baik dalam pengembangan jiwa entrepreneurship maupun dalam memperluas wawasan global melalui keterlibatan di tingkat internasional.

                               

Pembekalan ini diikuti oleh mahasiswa peserta KKN yang akan ditempatkan di berbagai lokasi. Materi yang disampaikan mencakup teknis pelaksanaan KKN, etika berinteraksi dengan masyarakat, serta strategi penyusunan program kerja yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan pemahaman mengenai pentingnya menjaga nama baik almamater selama menjalankan tugas di lapangan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta KKN Tematik siap menjalankan peran sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

PENGUMUMAN PENDAFTARAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNGGULAN TAHUN 2026

Pengumuman KKN Unggulan
Pendaftaran KKN Unggulan dengan skema pilihan sebagai berikut:
  1. KKN KEWIRAUSAHAAN
Program yang dirancang untuk membangkitkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi kreatif dan pendampingan usaha.
Lokasi
:
Yogyakarta
Fokus Kegiatan
:
Digital Branding produk, inovasi produk berbasis Keilmuan Prodi, dan pendampingan manajemen usaha.
Link Pendaftaran
:
https://forms.gle/NJm7qnC22dHCV4qf9
  1. KKN LUAR NEGERI
Program KKN Internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkontribusi di kancah global sekaligus memperluas jejaring internasional.
Lokasi
:
Negara mitra yaitu Malaysia
Fokus Kegiatan
:
Penguatan identitas budaya dan diplomasi sosial.
Link Pendaftaran
:
https://forms.gle/HmFUExukwJWaJP2s6
Linimasa Pendaftaran:
Pendaftaran Online dan Pengumpulan Berkas
:
05 Mei  s.d. 11 Mei 2026
Seleksi Wawancara
:
12 Mei 2026
Pengumuman Kelulusan
:
13 Mei 2026
Pembekalan Khusus
:
18 Mei 2026

Kolaborasi Nasional Menguat: LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Teken PKS dengan 28 PTKIN

Padang, 28 April 2026, LPPM Universitas Islam Negeri Fatmawati Bengkulu, lakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama dengan 28 LPPM/P3M PTKIN .

Dalam rangka peningkatan bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta peningkatan sumber daya lainnya meliputi, kegiatan Penelitian, workshop, Seminar, Penulisan karya ilmiah, Literasi keagamaan dan Gender, serta Pengabdian kepada masyarakat. Program Lingkungan hidup, lisensi halal serta kolaborasi sumber daya manusia.

Perjanjian kerjasama ini merupakan salah satu wujud keseeiusan LPPM dalam.menjalankan amanah memsukseskan visi dan misi UIN fatmawati Sukarno Bengkulu, ujar Dr. Rini Fitria, S.Ag.,M.Si selaku ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Perjanjian kerjasama ini di lakukan di Padang, Sumatera Barat dalam kegiatan Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKIN tahun 2026.

Rapat Koordinasi Kegiatan KKN Menuju KKN Unggul dan Berdampak

Pada hari Rabu, 22 April 2026 dilaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema “Menuju KKN Unggul dan Berdampak” yang bertempat di lantai 2 gedung LPPM. Rapat ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, para Dekan dari setiap Fakultas, Kepala Puskik, perwakilan dari bagian Perencanaan, Kepala TIPD, serta undangan lainnya.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan sinergi, serta merumuskan langkah strategis dalam pelaksanaan KKN ke depan agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat. Dalam sambutannya, para pimpinan menegaskan pentingnya inovasi, kolaborasi lintas bidang, serta evaluasi berkelanjutan demi mewujudkan KKN yang unggul dan berdaya saing, demi mewujudkan visi Rektor mewujudkan kegiatan KKN berdampak kepada masyarakat serta berkolaborasi dengan kegiatan pengabdian masyarakat Dosen serta kegiatan KKN  tersebut bersifat berlanjut (keberlanjutan).

Ketua LPPM Dr. Rini Fitria, S.Ag.,M.Si menyampaikan “sangat optimis bahwa pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan lancar, penuh semangat inovasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Mari kita jadikan KKN sebagai wadah pembelajaran sekaligus pengabdian terbaik, sehingga dapat membawa nama baik universitas dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Dengan kerja sama dan komitmen kita bersama, saya optimis KKN unggul dapat terwujud”.

Berbagai masukan, saran, dan rencana aksi disampaikan oleh peserta rapat, terutama terkait penguatan program, teknis pelaksanaan di lapangan, serta upaya peningkatan monitoring dan evaluasi. Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat berkomitmen dan berkontribusi aktif demi kesuksesan pelaksanaan KKN unggul di masa mendatang.

Kesepakatan akhir bahwa kegiatan KKN Tematik diserahkan ke pihak Fakultas sebagai penyelenggara yang berbasis pengabdian serta masih dikontrol oleh pihak LPPM, selain kegiatan KKN Tematik terdapat kegiatan KKN Unggulan yang akan di selenggarakan oleh pihak LPPM sebagai penyelenggara.

Hari Bumi dan Tantangan Keberlanjutan: Peran Perguruan Tinggi dalam Menjaga Lingkungan

Setiap tanggal 22 April, masyarakat dunia memperingati Hari Bumi sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Peringatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai simbol kepedulian terhadap alam, tetapi juga sebagai ajakan bersama untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan bumi yang menjadi tempat hidup seluruh makhluk.

Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai persoalan lingkungan semakin menunjukkan dampak yang nyata terhadap kehidupan manusia. Perubahan iklim menyebabkan peningkatan suhu global dan memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem. Kerusakan hutan dan hilangnya keanekaragaman hayati semakin mengancam keseimbangan ekosistem. Sementara itu, pencemaran udara, air, dan tanah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan aktivitas industri dan konsumsi manusia yang tidak terkendali.

Berbagai laporan ilmiah menunjukkan bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh pola pembangunan yang tidak berkelanjutan serta eksploitasi sumber daya alam yang melampaui daya dukung lingkungan. Dalam situasi seperti ini, kesadaran kolektif untuk menjaga bumi menjadi semakin mendesak. Hari Bumi hadir sebagai pengingat bahwa kelestarian alam tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri.

Bumi bukan sekadar ruang fisik tempat manusia tinggal. Ia adalah sistem kehidupan yang kompleks dan saling terhubung. Udara yang kita hirup, air yang kita minum, serta tanah yang menjadi sumber pangan merupakan bagian dari keseimbangan alam yang harus dijaga. Ketika salah satu komponen ekosistem terganggu, maka seluruh sistem kehidupan akan merasakan dampaknya.

Dalam perspektif keagamaan, khususnya dalam Islam, hubungan manusia dengan alam memiliki dimensi moral dan spiritual yang sangat kuat. Al-Qur’an menggambarkan manusia sebagai khalifah fil ardh, yaitu makhluk yang diberi amanah oleh Tuhan untuk mengelola dan menjaga bumi. Konsep ini menunjukkan bahwa keberadaan manusia di dunia tidak hanya sebagai pengguna sumber daya alam, tetapi juga sebagai penjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.

Al-Qur’an mengingatkan manusia agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi setelah Allah menciptakannya dalam keadaan seimbang. Pesan ini mengandung makna bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab etis manusia. Kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga mencerminkan hilangnya kesadaran moral dalam memperlakukan alam.

Dalam konteks inilah konsep ekoteologi menjadi semakin relevan. Ekoteologi memandang bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari praktik keberagamaan yang menempatkan alam sebagai amanah yang harus dijaga. Pendekatan ini menegaskan bahwa merawat bumi bukan hanya tindakan ekologis, tetapi juga bentuk pengabdian kepada Tuhan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama bahkan telah mendorong penguatan gerakan ekoteologi sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai agama. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan beragama.

Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat kesadaran ekologis tersebut. Sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, universitas tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang lahirnya gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan. Melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, penyusunan kebijakan berbasis data ilmiah, serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keberlanjutan ke dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.Peringatan Hari Bumi juga menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan untuk memperkuat komitmen dalam mengembangkan berbagai program yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Ketua LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Dr. Rini Fitria, S.Ag.,M.Si menyampaikan “bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi Islam, LPPM UIN FAS Bengkulu memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang”

Hal senada disampaikan oleh Kepala Pusat Lingkungan Hidup LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Fadilah, S.Si., M.Si menyampaikan “bahwa penguatan komitmen terhadap pelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari peran perguruan tinggi Islam dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, pusat studi lingkungan hidup berupaya mendorong praktik-praktik ramah lingkungan yang berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, diharapkan tercipta sinergi antara ilmu pengetahuan, etika religius, dan kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan sumber daya alam”.

Pada akhirnya, menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor industri, serta masyarakat luas. Hari Bumi mengingatkan kita bahwa masa depan planet ini sangat bergantung pada keputusan dan tindakan yang kita lakukan hari ini. Setiap langkah kecil yang dilakukan untuk menjaga lingkungan seperti mengurangi sampah plastik, menanam pohon, menghemat energi, dan menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini merupakan kontribusi nyata bagi keberlanjutan bumi.

Bumi yang kita tempati saat ini bukanlah warisan dari generasi sebelumnya, melainkan titipan yang harus kita jaga untuk generasi yang akan datang. Dengan menumbuhkan kesadaran ekologis dan memperkuat tanggung jawab moral terhadap alam, kita dapat memastikan bahwa bumi tetap menjadi rumah yang layak bagi seluruh makhluk hidup di masa depan. Semoga peringatan Hari Bumi menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbarui komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat kepedulian terhadap alam, serta membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Salam Lestari,

Kepala Pusat Lingkungan Hidup LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Fadilah, S.Si., M.Si

Asesmen Lapangan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Menuju Prodi Unggul

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan kegiatan asesmen lapangan pada Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) jenjang S1 di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang bertempat di lantai 2 Gedung Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan unsur pimpinan dan sivitas akademika, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang turut hadir dan berperan aktif dalam menyukseskan jalannya asesmen lapangan.

 

Asesmen lapangan merupakan bagian dari proses akreditasi yang dilakukan untuk memverifikasi kesesuaian data dan dokumen Program Studi AFI S1 dengan kondisi riil di lapangan. Kegiatan ini melibatkan tim asesor BAN-PT yaitu Prof. Dr.Ris’an Rusli, M.A sebagai asesor 1 dan Prof. Dr. Sudarman, M.Ag, pimpinan Universitas, LPM, pengelola program studi, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, serta LPPM sebagai bagian penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi.

Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Dr.KH Khairuddin, M.Ag, menyampaikan “Semoga proses asesmen ini berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik sesuai harapan kita bersama”.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Dr. Rini Fitria, S.Ag.,M.SI menyampaikan “Kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan akreditasi ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu”.

Kegiatan asesmen lapangan dilaksanakan pada hari Sabtu 18 April 2026 bertempat di lantai 2 Gedung LPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Asesmen lapangan dilakukan untuk menjamin mutu pendidikan tinggi serta meningkatkan kualitas akademik Program Studi AFI S1 agar sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi.

Proses asesmen berlangsung melalui beberapa tahapan, antara lain:

  • Presentasi profil program studi
  • Klarifikasi dokumen dan data
  • Wawancara dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, dan stakeholder
  • Observasi sarana dan prasarana

Dalam kegiatan ini, LPPM berperan dalam mendukung aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dalam penilaian akreditasi. Kehadiran LPPM menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat tridharma perguruan tinggi secara terintegrasi.