Kebangkitan Nasional dan Kesadaran Lingkungan: Membangun Masa Depan Indonesia yang Berkelanjutan.

Bengkulu, 20 Mei 2026 – Kebangkitan Nasional dan Kesadaran Lingkungan: Membangun Masa Depan Indonesia yang Berkelanjutan – (Fadilah, S.Si., M.Si)

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum lahirnya kesadaran kolektif bangsa untuk bangkit dari keterbelakangan, membangun persatuan, dan menata masa depan yang lebih bermartabat. Semangat kebangkitan yang diwariskan para pendiri bangsa tidak hanya relevan dalam konteks perjuangan politik dan pendidikan, tetapi juga penting dimaknai kembali dalam menghadapi tantangan global masa kini, termasuk krisis lingkungan, perubahan iklim, dan ancaman terhadap keberlanjutan kehidupan.

Hari ini, kebangkitan nasional tidak lagi cukup dimaknai sebatas pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kebangkitan sejati juga harus tercermin dalam kesadaran ekologis masyarakat. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Kemajuan tidak boleh dibayar dengan kerusakan hutan, pencemaran sungai, meningkatnya sampah plastik, serta menurunnya kualitas udara dan sumber daya alam.

Dalam konteks global, dunia sedang bergerak menuju agenda pembangunan berkelanjutan melalui konsep United Nations Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda ini menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, tetapi juga keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari gerakan perubahan tersebut.

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran lingkungan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi pelopor budaya hidup berkelanjutan. Konsep Green Campus, pengurangan sampah plastik, efisiensi energi, konservasi air, penghijauan lingkungan, hingga integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam kurikulum merupakan bagian dari bentuk nyata kebangkitan baru dunia pendidikan Indonesia.

Dalam perspektif keagamaan, menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari amanah moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi. Kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga persoalan etika dan kemanusiaan.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi titik refleksi bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesadaran ekologis. Generasi yang mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, nilai keislaman, dan semangat keberlanjutan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkeadilan.

Karena itu, semangat kebangkitan nasional hari ini perlu diarahkan pada kebangkitan kesadaran kolektif untuk menjaga bumi, mengurangi kerusakan lingkungan, dan membangun peradaban yang berkelanjutan. Kebangkitan bukan hanya tentang menjadi bangsa yang maju, tetapi juga tentang menjadi bangsa yang mampu mewariskan lingkungan yang sehat dan lestari bagi generasi mendatang.

Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026. Saatnya bangkit bersama untuk Indonesia yang lebih hijau, berkelanjutan, dan bermartabat.

The 4th International Conference on

The 4th International Conference on  “Advancing Gender Justice and Inclusive Violence-Free Campuses: Women Ulama Scholarship, Knowledge Production, and Collaborative Transformation”

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berkolaborasi dengan Forum Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) serta Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kemenag RI, mempersembahkan konferensi internasional ke-4 yang berfokus pada keadilan gender, kampus inklusif, dan bebas kekerasan.

📝 PILIHAN SUB-TEMA:

  • Religious Knowledge, Gender Justice and Ethics

  • Institutionalizing Gender Justice in Higher Education

  • Women Ulama: Authority and Knowledge Production

  • Preventing and Responding to Sexual Violence in Higher Education

  • Gender, Disability, and Social Inclusion in Education and Society

  • Policy Innovation and Legal Reform for Gender Justice

  • Digital Media, Youth, and Gender Narratives

  • Advancing Collaborative Transformation for Gender-Just and Violence-Free Institutions

  • Child Protection, Disability Inclusion, and Safeguarding in Education and Society: Advancing Rights, Equity, and Violence-Free Environments

👥 PEMBICARA UTAMA (SPEAKERS):

  1. Katrin Bandel, Ph.D. (Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta)

  2. Ny. Hj. Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm (Dosen Tafsir Al-Qur’an, Program Pascasarjana PTIQ Jakarta)

  3. KH. Dr. (HC) Husein Muhammad (Pondok Pesantren Darut Tauhid, Cirebon)

  4. Nyai Hj. Masriyah Amva (Pondok Pesantren Kebon Jambu, Cirebon)

📅 SAVE THE DATE & TIMELINE (2026):

  • 4–5 Mei: Sesi Informasi (Information Session)

  • 25 Juni: Batas Akhir Pengumpulan Full Paper 🚨

  • 27 Juni: Pengumpulan Video Presentasi & Administrasi

  • 30 Juni – 2 Juli: Hari Konferensi (Conference Day)

  • 12 Juli: Revisi Final & Pengiriman ke Penerbit

📍 General Session: Selasa, 30 Juni 2026 🏨 Tempat: Luxton Hotel Cirebon & Hybrid Platform (Online/Offline)

🎁 FASILITAS & BENEFIT (FREE REGISTRATION FEE):

  • Gratis Biaya Pendaftaran!

  • Sertifikat Konferensi untuk Presenter

  • Penghargaan Best Paper Award & Best Presenter Award

  • Peluang Publikasi di Jurnal Terakreditasi SINTA 2–5

  • Tersedia Fasilitas Daycare (Penitipan Anak) bagi peserta yang membawa anak 👶

🔗 LINK PENTING:

📞 CONTACT PERSON:

  • E-mail: psgad@uinssc.ac.id

  • WhatsApp: 085-111-334-100

Mari berkontribusi dalam memproduksi pengetahuan dan melakukan transformasi kolaboratif demi terciptanya lingkungan pendidikan yang adil gender dan bebas dari kekerasan! 🤝💼

LOMBA COVER SALAWAT MUSAWAH & MUBADALAH 2026

🎤✨ LOMBA COVER SALAWAT MUSAWAH & MUBADALAH 2026 ✨🎤

Suaramu bukan sekadar lantunan…
tapi juga pesan kebaikan, keadilan, dan dakwah Islam yang penuh kasih 💚

🌙 Saatnya tunjukkan bakat terbaikmu dalam:
🎶 Cover Salawat Musawah & Mubadalah
👥 Bisa individu atau kelompok
🏆 Berhadiah sertifikat & uang pembinaan

📍 Dalam rangka Konferensi Nasional PSGA PTKI Indonesia
🕌 Cirebon | 30 Juni – 02 Juli 2026

📅 Pendaftaran:
12 Mei – 25 Juni 2026

🎥 Ketentuan singkat:
✅ Durasi 3–9 menit
✅ Video format MP4/MOV
✅ Bebas aransemen & boleh acapella
✅ Wajib menampilkan lirik + terjemahan

🔥 Penilaian:
🎤 Kualitas vokal
🎨 Kreativitas & keunikan
💃 Koreografi & kesesuaian tema
🎬 Kualitas audio visual

💫 Ada juga kategori FAVORIT berdasarkan jumlah views YouTube!

📢 Jangan cuma bernyanyi…
jadikan suaramu bagian dari dakwah keadilan gender dalam Islam 🤝

📲 Daftar sekarang dan sebarkan semangat kebaikanmu!

Konferensi Internasional PSGA dan PTRG AWARD III

 

✨ GALERI PSGA 2026 HADIR KEMBALI! ✨

🌍 Konferensi Internasional PSGA dan PTRG Award III
Saatnya menunjukkan karya, inovasi, dan kreativitas terbaik PSGA PTKI di panggung nasional dan internasional!

🎓 Tampilkan berbagai program unggulan:
📚 Display jurnal & karya ilmiah berbasis GEDSIA
🛍️ Bazar produk dan karya kreatif
📸 Photo booth interaktif
🛡️ Simulasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual
🎨 Beragam media display menarik dari setiap peserta

📅 Jadwal Penting
🖊️ Pendaftaran & konfirmasi peserta: sampai 23 Juni 2026
📍 Pengumuman tata letak stand: 26 Juni 2026
🎉 Pelaksanaan kegiatan: 30 Juni – 2 Juli 2026

💡 Jadikan stand PSGA PTKI Anda pusat perhatian dan inspirasi bagi pengunjung dari berbagai daerah dan negara!

📌 Pendaftaran dilakukan oleh Satker PTKI/PSGA (bukan perorangan).
📞 Informasi lebih lanjut: Ibu Masri’ah – 0813-1252-6674

🚀 Ayo bergabung dan tunjukkan kontribusi terbaik PSGA PTKI untuk pendidikan, inklusi sosial, dan perlindungan anak!

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN FAS Bengkulu Gelar Rapat Pembahasan TOR dan RKKL Tahun 2027

LPPM News !!

Bengkulu, 18 Mei 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar rapat pembahasan Term of Reference (TOR) dan Rencana Kerja dan Kegiatan Lembaga (RKKL) Tahun 2027 pada pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di ruang rapat LPPM UIN FAS Bengkulu.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPPM UIN FAS Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri oleh Sekretaris LPPM serta para Kepala Pusat, meliputi Kepala Pusat Kesehatan, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Publikasi, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Kepala Pusat Gender dan Literasi Keagamaan, serta Kepala Pusat Halal.

Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam menyusun perencanaan program kerja LPPM Tahun 2027 agar lebih terarah, efektif, dan selaras dengan visi pengembangan institusi serta penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam sambutannya, Dr. Rini Fitria menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antarbidang dalam menyusun program kerja yang inovatif, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun pengembangan akademik di lingkungan UIN FAS Bengkulu.

Rini Fitria, Ketua LPPM menyampaikan, bahwa penyusunan TOR dan RKKL bukan hanya sebagai bentuk administrasi perencanaan, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas program LPPM pada tahun mendatang. Oleh karena itu, setiap bidang diharapkan mampu menyusun program yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan institusi.

Kegiatan rapat berlangsung dalam suasana diskusi yang aktif dan konstruktif. Masing-masing bidang memaparkan usulan program dan rencana kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan pada Tahun 2027. Melalui rapat ini, diharapkan seluruh program kerja LPPM dapat tersusun secara sistematis serta mampu mendukung peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, penguatan literasi keagamaan, layanan halal, dan berbagai program pengembangan lainnya di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Unit Layanan Disabilitas, PSGA UIN FAS Bengkulu “Perkuat perspektif, Teguhkan komitmen perguruan tinggi inklusif”

LPPM News !!

Bengkulu 11 Mei 2026 –  Unit Layanan Disabilitas , PSGA UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Melakukan kegiatan Focus Group Discussion dan penguatan kapasitas bagi pengurus ULD, Selama dua hari Senin-Selasa 11-12 Mei 2026 di Gedung Pelatihan UIN FAS Bengkulu.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat perspektif dan memahami secara konseptuan dan kontekstual tentang kedisabilitasan. Meneguhkan kembali komitmen ULD sebagai leading sektor dalam mewujudkan perguruan tinggi inklusif.

Sebagai mitra kegiatan ini hadir tim ahli Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ro’fah, Ph.D dan Suharto, Ph.D. Ro’fah menyampaikan bahwa paradigma pendidikan sudah berkembang dan semakin maju. Hal ini menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi dalam segala aspek. Tidak hanya dharma penelitian atau pengabdian, melainkan pada pendidikan dan pengajaran, termasuk layanan. Terlebih lagi jika dikaitkan dengan perguruan tinggi inklusif.

Ahmad Syarifin, kepala PSGA menyampaikan, kegiatan ini bentuk komitmen PSGA untuk mewujudkan perguruan tinggi inklusif. Beberapa catatan penting menjadi perhatian adalah. Komitmen pimpinan dan civitas akademika terhadap inklusifitas menjadi syarat awal. Kemudian menata ulang otoritas kelembagaan Unit Layanan Disabilitas. Secara kelembagaan ULD memiliki peran strategis untuk mewujudkan perguruan tinggi inklusif, untuk itu penting bagi perguruan tinggi menjadikan ULD sebagai mitra dalam pengembangan, pembuatan renstra dan perencanaan penganggaran  serta akademik.

Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Asnaini, MA., menegaskan bahwa secara kelembagaan UIN FAS Bengkulu memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan perguruan tinggi inklusif. Sasaran program pengembangan ULD secara tegas tertulis dalam renstra rektor tahun 2025-2029. Dalam pratiknya UIN FAS terus mengembangkan sarana dan kebutuhan mahasiswa difabel. Tidak hanya fisik namun juga untuk pembelajaran. Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh ULD dan PSGA bersama PLD UIN Yogyakarta, harapannya kegiatan ini bisa dikembangkan pada aspek dan bidang lainnya. Ke depan ULD diharapkan menjadi sebuah pusat tersendiri yang tidak hanya melakukan kajian, melainkan memberikan layanan.

Kegiatan ini juga menjadi moment penting karena ULD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan PLD UIN Yogyakarta membuat komitmen bersama dalam bentuk MOU untuk mengembangkan Perguruan tinggi inklusif. Hadir dalam kegiatan pengurus ULD, pelibatan aktif teman-teman difabel lintas fakultas, para relawan dan dosen pengampu mata kuliah afirmatif inklusif, peneliti dan pemerhati isu disabilitas. Kemudian tenaga medis dan admisi universitas hingga fakultas.

UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Perkuat Peran Nasional, Siap Sukseskan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 di Kawasan Baduy

UINFAS Bengkulu – UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut ambil bagian dalam rapat koordinasi dan persiapan pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten di Hotel Horison Ultima Ratu Serang pada 11–13 Mei 2026. Kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengabdian masyarakat antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Provinsi Banten resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan KKN Nusantara 2026 yang akan dipusatkan di kawasan adat Baduy, Kabupaten Lebak. Program pengabdian kolaboratif ini direncanakan melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai PTKIN di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian dengan tinggal bersama masyarakat adat selama kurang lebih 40 hari.

Dalam kegiatan tersebut, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu diwakili oleh Ketua LPPM, Dr. Rini Fitria, M.Si. Kehadiran UINFAS Bengkulu menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung kesuksesan program pengabdian nasional yang mengedepankan kolaborasi lintas kampus, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal.

Selain mengikuti rapat koordinasi, Dr. Rini Fitria juga turut serta dalam kegiatan survei dan pemetaan lokasi pelaksanaan KKN di kawasan Baduy bersama panitia pusat dan perwakilan PTKIN lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan wilayah, akses mobilisasi peserta, serta penentuan titik-titik strategis pelaksanaan pengabdian mahasiswa selama program berlangsung.

Rapat koordinasi dan survei lokasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Diktis Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., jajaran pimpinan UIN SMH Banten, koordinator KKN Nusantara, serta perwakilan PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam arahannya, Dr. Nur Kafid menegaskan pentingnya kesiapan teknis, khususnya terkait mobilisasi dan logistik peserta KKN Nusantara 2026. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan transportasi, penjemputan peserta, hingga distribusi kebutuhan mahasiswa harus dirancang secara matang agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik.

Sementara itu, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Muhammad Ishom, menyampaikan bahwa KKN Nusantara 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi budaya dan kearifan lokal masyarakat Baduy kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia. Menurutnya, masyarakat Baduy merupakan contoh nyata komunitas yang mampu menjaga adat dan tradisi leluhur di tengah arus modernisasi.

Melalui keterlibatan aktif dalam rapat koordinasi dan survei lokasi ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan komitmennya untuk berperan dalam menyukseskan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 sebagai ruang penguatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi nasional, pengembangan moderasi beragama, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal Indonesia.

Lindungi hasil Karya Ilmiah, Kanwil Kemenkum Bengkulu gandeng LPPM UIN FAS Bengkulu Tandatangani PkS

LPPM News!!

Bengkulu, 12 Mei 2026 – Kantor Wilayah Kementerian Hukum menggelar penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekosistem inovasi dan pelestarian budaya di Provinsi Bengkulu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenkum Bengkulu tersebut dipimpin langsung oleh Tongan Renikson Silaban selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah. Acara dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Kanwil Kemenkum Bengkulu, Ka.Pus Penelitian dan Pengelola HKI LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, serta para tamu undangan lainnya.

Penandatanganan PKS ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia tepat pada pukul 12.20 WIB sebagai bentuk komitmen bersama jajaran Kementerian Hukum dalam memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di berbagai daerah.

Kerja sama tersebut menjadi bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi melalui penguatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kekayaan intelektual, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Dalam sambutannya, Tongan Renikson Silaban menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat mendukung tugas dan fungsi Kementerian Hukum, khususnya dalam perlindungan kekayaan intelektual komunal dan budaya daerah.

Sementara itu, pihak LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut dan berharap sinergi yang dibangun dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang berdampak positif bagi masyarakat, baik dalam bidang inovasi, edukasi hukum, maupun pelestarian budaya lokal.

Melalui kerja sama ini, Kanwil Kementerian Hukum Bengkulu dan LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu optimistis dapat menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah berbasis inovasi serta memperkuat perlindungan dan pelestarian budaya di Provinsi Bengkulu.

SATGAS PPKS bersama PSGA hadir di kegiatan pembekalan KKN fakultas tarbiyah dan tadris

LPPM News!!

Bengkulu, 08 Mei 2026 – SATGAS PPKS UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu hadir dalam pembekalan KKN Tematik Berbasis Riset pada Fakultas Tarbiyah dan Tadris. Kepala PSGA Ahmad Syarifin menegaskan pelecehan dan kekerasan seksual masih menjadi persoalan dalam dunia pendidikan. Hal ini menjadi alasan bahwa edukasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual semakin penting. Sejalan dengan komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sebagai kampus Responsif Gender.

Sosialisasi ini merupakan bentuk edukasi pencegahan, khusus kepada mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan KKN tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 700 orang mahasiswa dan DPL, bertempat di aula Fakultas Tarbiyah dan Tadris.

Satgas PPKS menegaskan bahwa semua individu berpeluang menjadi pelaku maupun korban. Dalam praktiknya pelecehan tidak terjadi atau muncul tiba-tiba, melainkan ada pola yang perlu diwaspadai. Misalnya dari normalisasi candaan seksis, menganggap komentar merendahkan sebagai suatuyang biasa. Namun pada puncaknya menjadi kekerasan, pemaksaan hingga perkosaan.

Pada bagian ini pencegahan tidak cukup pada kasus yang terjadi melainkan perlu untuk perubahan budaya sehari-hari menghentikan candaan yang merendahkan pihak tertentu. Membangun kesadaran kolektif, bahwa manusia sebagai makhluk bermartabat dan makhluk terhormat. Karena itu menjadi penting untuk saling menghormati dan menghargai.

KKN sebagai bagian dari aktifitas akademik yang dilaksanakan diluar kampus, karena itu perlu untuk saling menjaga, saling menghormati, saling menghargai. Saling mengingatkan agar KS tidak terjadi. Diakhir sosialisasi SATGAS PPKS menyampaikan kepada semua pihak untuk bersinergi agar tidak terjadi pelecehan dan kekerasan seksual. Bagi siapapun yang mengalami, menyaksikan dan mengetahui terjadinya KS dapat menghubungi nomor: 082282152205.